Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) lewat Bakti BCA mendukung pelestarian macan tutul Jawa untuk menjaga keseimbangan ekosistem hutan. Komitmen ini ditegaskan pada momentum Hari Macan Tutul Internasional, mengingat populasi spesies endemik Pulau Jawa tersebut terus berkurang.
Bersama Kementerian Kehutanan RI, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS), dan Yayasan SINTAS Indonesia, Bakti BCA menjalankan Java Wide Leopard Survey (JWLS) di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Survei ini menjadi dasar penyusunan Strategi dan Rencana Aksi Konservasi (SRAK) macan tutul Jawa (Panthera pardus melas).
Baca juga : Perkuat Kolaborasi, Kakorlantas Polri Hadiri Silaturahim Media di Jakarta
"Sejak 2024, kontribusi ini memperkuat pengelolaan konservasi berbasis data dan mendukung pemerintah melestarikan macan tutul Jawa," ujar EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn dalam keterangan tertulis pada media, Kamis (7/5).
Hingga Juli 2025, survei tahap pertama mengidentifikasi delapan individu: satu jantan, enam betina, dan satu anakan. Survei tahap kedua masih berlangsung pada 2026. Program ini juga melatih 84 peserta teknik survei kamera pengintai dan 16 peserta analisis data dari berbagai lembaga.
Baca juga : Giliran Hipmi Kalteng Beri Dukungan Ke Ade Jona
Direktur Yayasan SINTAS Indonesia, Hariyo T. Wibisono, menyebut habitat macan tutul Jawa terdesak ekspansi manusia, sehingga satwa kerap keluar mendekati pemukiman. "Kebutuhan dasarnya sederhana: habitat aman, luas, dan terhubung. Jika berbagi ruang semakin sulit, berbagi waktu adalah solusi realistis untuk hidup berdampingan," kata Hariyo.
Warga Ranu Pani, Randi, menilai macan tutul turun ke kampung karena ekosistem terganggu. “Solusinya bukan mengusir, tapi menjaga habitat supaya manusia dan macan tutul bisa hidup berdampingan.”
Baca juga : UMKM Dan Ekraf Sinergi Entaskan Kemiskinan
Petugas BBTNBTS, Tuangkat, menambahkan, “Macan tutul bukan untuk dilawan, tapi dijaga. Kalau hutan lestari, mereka tidak akan turun ke pemukiman.” Konservasi macan tutul Jawa bukan hanya menyelamatkan satu spesies, tapi menjaga relasi manusia dan alam.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya