Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas) menyatakan dukungan terhadap langkah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang tengah mengkaji pemanfaatan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai bagian dari bauran energi nasional.
Direktur Utama PGN Gagas Santiaji Gunawan mengatakan, kajian tersebut menjadi momentum penting untuk memperluas opsi pemanfaatan energi berbasis gas bumi domestik secara terukur dan berkelanjutan.
“Kami melihat ini bukan soal menggantikan satu energi dengan energi lain, melainkan memperluas pilihan. Masyarakat maupun pelaku usaha membutuhkan akses terhadap beragam sumber energi yang andal, terjangkau, dan berbasis sumber daya dalam negeri,” ujar Santiaji dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (30/4/2026).
Menurut dia, CNG merupakan salah satu opsi energi yang telah tersedia dan dapat terus dikembangkan secara bertahap sejalan dengan arah kebijakan pemerintah.
Baca juga : Telkom Dorong UMKM Perempuan Bangun Brand Relatable Di Era Digital
Santiaji menjelaskan, selama lebih dari satu dekade PGN Gagas telah menghadirkan CNG sebagai solusi energi untuk berbagai segmen, mulai dari industri, komersial, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), hingga transportasi.
Pada 2025, PGN Gagas mencatat penyaluran sekitar 4,65 juta MMBTU gas bumi melalui layanan CNG dan LNG untuk berbagai segmen tersebut.
Dari sisi infrastruktur, perusahaan saat ini mengoperasikan 14 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) di tujuh provinsi, dengan rata-rata pengisian sekitar 2.200 kendaraan per hari melalui layanan Gasku.
Sementara itu, layanan Gaslink untuk segmen industri, komersial, dan UMKM telah melayani lebih dari 600 pelanggan dengan total penyaluran mencapai 4,06 juta MMBTU sepanjang 2025.
Baca juga : BKI Gandeng PLN Indonesia Power Jajaki Kerja Sama Energi Berkelanjutan
Santiaji menambahkan, dukungan infrastruktur seperti fasilitas kompresi gas, armada Gas Transport Module (GTM), serta jaringan distribusi yang terintegrasi dengan PT Perusahaan Gas Negara Tbk menjadi fondasi penting dalam pengembangan pemanfaatan CNG.
“Pengembangan ini akan terus diselaraskan dengan arah kebijakan pemerintah, termasuk mempertimbangkan aspek keekonomian, kesiapan infrastruktur, serta kebutuhan pasar,” katanya.
PGN Gagas menilai kehadiran CNG merupakan bagian dari ekosistem energi nasional yang saling melengkapi. Sebagai bagian dari subholding gas PT Pertamina (Persero), perusahaan berkomitmen untuk tumbuh bersama berbagai jenis energi lainnya.
“Semakin beragam pilihan energi yang tersedia, semakin kuat ketahanan energi kita sebagai bangsa. CNG hadir sebagai salah satu opsi yang melengkapi energi eksisting dalam kerangka bauran energi nasional,” ujar Santiaji.
Baca juga : PLN dan PKK DKI Dorong Perempuan Melek Energi Cerdas dan Berkelanjutan
PGN Gagas juga menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dengan Kementerian ESDM dan para pemangku kepentingan dalam proses kajian dan pengembangan kebijakan, termasuk pada aspek teknis, distribusi, serta edukasi pemanfaatan CNG.
“Kami siap berkontribusi optimal sebagai mitra pemerintah dalam mendukung terwujudnya kemandirian dan ketahanan energi nasional,” kata Santiaji.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya