Dark/Light Mode

Pupuk Hayati Dinosaurus Tawarkan Solusi Atasi Lahan Pertanian Terdegradasi

Kamis, 30 Juli 2026 15:24 WIB
Founder Pupuk Hayati Dinosaurus Freddy Wijaya memperkenalkan inovasi pupuk hayati berbasis bioteknologi pada INAGRITECH 2026 sebagai solusi degradasi lahan pertanian. Dok. Ist
Founder Pupuk Hayati Dinosaurus Freddy Wijaya memperkenalkan inovasi pupuk hayati berbasis bioteknologi pada INAGRITECH 2026 sebagai solusi degradasi lahan pertanian. Dok. Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Pupuk Hayati DINOSAURUS memperkenalkan inovasi berbasis bioteknologi sebagai solusi untuk mengatasi degradasi lahan pertanian di Indonesia dalam ajang INAGRITECH 2026. Produk besutan PT Pramudita Darya Parma itu diklaim mampu memulihkan kesehatan tanah, meningkatkan produktivitas pertanian, sekaligus mendukung upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Berdasarkan data yang dipaparkan perusahaan, lebih dari 40 juta hektare lahan pertanian di Indonesia saat ini mengalami degradasi. Kondisi tersebut membuat produktivitas lahan terus menurun sehingga menyulitkan petani memperoleh hasil panen yang optimal.

Founder Pupuk Hayati DINOSAURUS Freddy Wijaya mengatakan, salah satu penyebab utama degradasi lahan adalah penggunaan pupuk kimia secara berlebihan dalam jangka panjang. Meski tanah masih memiliki kandungan unsur hara makro, rusaknya ekosistem tanah dan berkurangnya populasi mikroba membuat kemampuan tanah menopang pertumbuhan tanaman terus menurun.

Baca juga : Trans Palu dan Pertaruhan Transportasi Publik

"Pupuk Hayati Dinosaurus kembali hadir di INAGRITECH 2026 sebagai solusi kondisi degradasi lahan pertanian di Indonesia. Kami berharap semakin banyak praktisi pertanian yang dapat memanfaatkan bioteknologi untuk memperbaiki ekosistem tanah dan meningkatkan kualitas hasil panen demi menuju kedaulatan pangan Indonesia," ujar Freddy.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Pupuk Hayati DINOSAURUS dikembangkan melalui teknologi hayati dengan mengombinasikan 18 jenis mikroba alami yang memiliki fungsi berbeda dalam memperbaiki kualitas tanah. Mikroba tersebut berperan sebagai penambat nitrogen, pengurai unsur hara, penghasil enzim pertumbuhan, hingga penghambat patogen penyebab penyakit tanaman.

Beberapa mikroorganisme yang digunakan di antaranya Azotobacter sp, Azospirillum sp, dan Streptomyces sp. Kombinasi mikroba tersebut membantu memulihkan keseimbangan biologis tanah sehingga tanaman dapat menyerap nutrisi secara lebih optimal.

Baca juga : Indonesia Jadi Negara Pertama Terapkan B50

Perusahaan mengklaim penggunaan Pupuk Hayati DINOSAURUS tidak hanya mampu memperbaiki kesehatan tanah, tetapi juga menekan biaya produksi petani dan meningkatkan hasil panen hingga 30 persen.

Selain mengembangkan pupuk hayati untuk lahan pertanian, PT Pramudita Darya Parma pada 2026 juga meluncurkan produk khusus untuk kebutuhan hydroseeding, yakni teknik penanaman yang banyak digunakan dalam rehabilitasi lahan kritis, terutama di kawasan lereng.

Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan inovasi berbasis bioteknologi guna mendukung praktik pertanian yang sehat dan berkelanjutan.

Baca juga : AMPI Revitalisasi Pengurus, Perkuat Konsolidasi Organisasi

PT Pramudita Darya Parma berdiri pada 2019 dengan fokus mengembangkan pupuk berbasis kearifan lokal yang didukung riset, ilmu pengetahuan, dan bioteknologi. Pupuk Hayati DINOSAURUS menjadi produk unggulan perusahaan yang difungsikan sebagai pembenah tanah untuk membantu meningkatkan produktivitas pertanian Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.