Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Gerak Cepat, Waskita Karya Salurkan Ribuan Bantuan Untuk Korban Gempa NTT
- Juventus Menang Tipis di Pekan Pertama Serie A 2026/27
- Ibrahima Konate Ingin Buktikan Diri Di Real Madrid
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
BPDP Percepat Peremajaan Sawit Rakyat, Libatkan 187.782 Pekebun
Senin, 24 Agustus 2026 19:55 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) terus mempercepat Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) sekaligus memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM) perkebunan untuk menjaga keberlanjutan dan daya saing industri kelapa sawit nasional. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tiga pihak Program Dana Peremajaan Perkebunan Kelapa Sawit Batch VI secara simbolis, serta kerja sama Program Pengembangan SDM Perkebunan.
Direktur Utama BPDP Eddy Abdurachman mengatakan, PSR merupakan salah satu program strategis pemerintah untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan perkebunan kelapa sawit rakyat sekaligus meningkatkan kesejahteraan pekebun. Program tersebut dilakukan dengan mengganti tanaman kelapa sawit yang sudah tidak produktif menggunakan benih unggul, disertai penerapan praktik budidaya yang baik atau Good Agricultural Practices (GAP).
"Program PSR merupakan salah satu program strategis pemerintah untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan perkebunan kelapa sawit rakyat, meningkatkan kesejahteraan pekebun, serta menjaga keberlanjutan industri sawit nasional," kata Eddy dalam keterangan tertulis, Kamis (20/8/2026).
Dalam pelaksanaannya, BPDP berperan mengelola dan menyalurkan dukungan pendanaan PSR kepada kelembagaan pekebun sesuai ketentuan. Program ini melibatkan pemerintah daerah, perbankan mitra, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Sejak dilaksanakan pada 2016 hingga 19 Agustus 2026, PSR secara kumulatif telah menjangkau 187.782 pekebun dengan total luas lahan mencapai 428.745 hektare. Adapun dana yang telah disalurkan mencapai Rp12,86 triliun.
Baca juga : Sawit Akan Penuhi 60 Persen Kebutuhan Minyak Nabati Dunia pada 2050
Memasuki 2026, BPDP terus mempercepat pelaksanaan PSR dengan tetap mengedepankan ketepatan sasaran, akuntabilitas, tata kelola, dan kualitas pelaksanaan.
Hingga tahun ini, realisasi PSR telah mencapai 133 proposal dengan luas lahan 20.229 hektare, melibatkan 10.403 pekebun. Nilai dana yang telah disalurkan mencapai Rp606 miliar.
Meski demikian, BPDP mencatat masih terdapat sejumlah tantangan dalam pelaksanaan PSR. Di antaranya percepatan proses pengusulan dan verifikasi calon penerima serta lahan, kepastian legalitas dan status lahan, penguatan kelembagaan pekebun, serta ketersediaan dan kualitas benih yang memenuhi persyaratan.
Pengawasan terhadap kemajuan fisik kegiatan juga terus diperkuat. Begitu pula koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BPDP, perbankan, dan pemangku kepentingan lainnya. Selain itu, BPDP memperhatikan sinkronisasi data dan sistem informasi untuk meminimalkan perbedaan informasi mengenai pekebun, luas lahan, status proposal, progres fisik, hingga realisasi penggunaan dana PSR.
BPDP akan terus memperkuat tata kelola dan mempercepat pelaksanaan PSR, sekaligus meningkatkan kualitas peremajaan kebun dan koordinasi dengan seluruh pihak terkait.
Siapkan 5.000 Penerima Beasiswa
Baca juga : Hilirisasi Sawit Buka Peluang UMKM Indonesia Tembus Pasar Ekspor
Selain peremajaan kebun, BPDP juga menjadikan pengembangan SDM sebagai fondasi penting untuk meningkatkan daya saing industri sawit nasional. Eddy mengatakan, dinamika industri sawit membutuhkan peningkatan produktivitas, inovasi, hilirisasi, serta kualitas SDM.
Sejak 2016, BPDP telah menjalankan Program Pengembangan SDM Perkebunan melalui pendidikan dan pelatihan. Program tersebut telah memberikan manfaat kepada lebih dari 13.000 penerima beasiswa dan lebih dari 32.000 penerima pelatihan dari berbagai daerah di Indonesia.
Pada 2026, BPDP meningkatkan kuota penerima program pendidikan menjadi 5.000 orang untuk jenjang pendidikan D1 hingga S1. Program tersebut didukung 42 lembaga pendidikan mitra dengan total nilai kontrak sekitar Rp891 miliar pada tahun ini. Dari jumlah tersebut, sembilan lembaga pendidikan telah memenuhi persyaratan dan akan menandatangani kontrak kerja sama. Sementara 33 lembaga lainnya masih dalam proses melengkapi dokumen persyaratan.
Program pendidikan tersebut juga berjalan bersama dukungan pelatihan dan riset sawit kepada berbagai lembaga pelatihan, lembaga penelitian, serta peneliti di seluruh Indonesia.
Menurut Eddy, penguatan riset dan penyiapan SDM unggul menjadi bagian penting dalam membangun fondasi hilirisasi dan daya saing industri sawit nasional dalam jangka panjang.
Baca juga : Aprobi Edukasi 5 Ribu Pramuka Tentang Biodiesel Di Jambore Nasional
Ia menegaskan, keberhasilan PSR tidak hanya diukur dari besarnya dana yang disalurkan atau luas lahan yang diremajakan. Lebih dari itu, program harus mampu meningkatkan produktivitas kebun dan kesejahteraan pekebun secara berkelanjutan.
"BPDP akan terus mendukung pelaksanaan PSR secara efektif, akuntabel, tepat sasaran, dan berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan pekebun sekaligus memperkuat industri kelapa sawit nasional," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya