Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Spanyol Vs Uruguay, Kena Kartu Kuning Lagi, Pedri Out..!
- Kaesang Hadiri Rakorda PSI Mesuji, Saksikan Pelantikan Pengurus
- UNDIRA Gelar Pameran Fotografi 'Lens of Humanity', Tampilkan Karya 54 Mahasiswa
- Gelombang Anti-Imigran Di Afrika Selatan Memasuki Babak Baru
- IHSG Anjlok 2,73 Persen pada Sesi I, Tertekan Bursa Asia
Camilan Khas Betawi Bawa Mpok Mumun Kantongi Omzet Puluhan Juta Per Bulan
Jumat, 26 Juni 2026 11:06 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Meski bukan berdarah asli Betawi, kecintaannya terhadap makanan dan camilan asal Ibukota ini membawa Maemonah (62) menjadi pelaku UMKM yang sukses membangun usaha beromzet puluhan juta.
Wanita yang akrab disapa Mumun ini menjadi sosok penting lewat kehadiran oleh-oleh Jakarta yang makin dikenal luas banyak kalangan.
Memulai usaha pada 2022 dengan nama Sumber Rezeki, Mumun terus melebarkan sayap bisnisnya dengan camilan khas Betawi dengan merek ‘Mpok Mumun’.
Tepat di momen Hari Ulang Tahun (HUT) ke-DKI Jakarta pada 22 Juni, Mumun semakin aktif memperkenalkan camilan khas tradisional Betawi.
“Ibaratnya, HUT Jakarta ini menjadi berkah bagi jajanan Betawi. Dalam satu bulan ini (Juni) banyak bazaar, event dan pameran khas Betawi. Mulai dari Pekan Raya Jakarta (PRJ), hotel-hotel hingga mal-mal besar di Jakarta,” katanya saat ditemui Rakyat Merdeka/RM.id, Kamis (25/6/2026).
Momen tersebut pun tak disia-siakan Mumum untuk ikut dan memperkenalkan produk-produk camilan Betawi-nya ke masyarakat.
Tak hanya gencar promosi melalui offline, Mumun juga aktif berjualan online melalui platform Shopee dengan nama akun toko Oleh-Oleh Jakarta Mpok Mumun yang menjual ragam makanan khas betawi, seperti bir pletok, akar kelapa, biji ketapang, dan kue gambang.
“Bergabung dengan Shopee di tahun 2022, ketika awal mulai usaha saya langsung gabung di Shopee," ujarnya.
Mumum mengatakan, saat ini Shopee menjadi kontributor penjualan terbesar hingga 80 persen dari total omzet. Kampanye Tanggal Kembar Shopee mampu meningkatkan penjualan hingga 2-3 kali lipat dibanding hari biasa.
Baca juga : Kelola AUM Di Atas Rp 6 Triliun, BMoney Kantongi Lebih Dari 1 Juta Investor
Tiap harinya, Oleh-Oleh Jakarta menerima sekitar puluhan pesanan. Namun, musim libur seperti Nataru (Natal dan Tahun Baru) dan Lebaran, pesanan bisa tembus ratusan pesanan per hari.
“Alhamdulillah, omzet usaha yang dulu hanya berkisar Rp 30 juta hingga Rp 50 juta per bulan, mampu melonjak menjadi Rp 50 juta hingga Rp 100 juta per bulan,” tuturnya.
Pemesanannya pun tak hanya datang dari Pulau Jawa. Berkat penjualan online di Shopee, Mumun mampu menjangkau penjualan produknya hingga ke pelosok Papua.
Dalam mendongkrak penjualannya di Shopee, Mumun memanfaatkan program dan fitur seperti Shopee Live, Shopee Video, Affiliate Marketing Solution, Shopee Iklan, Gratis Ongkir XTRA, Promo XTRA, dan Kampanye Bulanan.
Sementara untuk penjualan offline, Mumun memiliki toko bernama ‘Oleh-Oleh Jakarta’ yang berada di kawasan Bandara Halim Perdanakusuma (Jakarta Timur), Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) Terminal 3, hingga bekerja sama dengan empat hotel berbintang di Jakarta yang menyajikan produknya sebagai suvenir tamu.
“Kami juga sering diundang untuk mengikuti bazaar bergengsi. Mulai dari Hotel Borobudur, PRJ, hingga hadir di Balai Kota DKI Jakarta. Pengakuan ini menjadi bukti bahwa produk kami diterima pasar,” rincinya.
Camilan Mpok Mumun saat ini memiliki tujuh varian produk unggulan dengan harga terjangkau, mulai dari Rp 18 ribu hingga Rp 25 ribuan per piece. Pihaknya juga menyediakan paket khusus untuk pembelian dalam jumlah banyak.
Mumun juga dibantu oleh anaknya, Fajar Kurniawan yang aktif mengurus marketing hingga penjualan di online dan 17 orang karyawan.
Bahkan, seluruh karyawannya merupakan ibu-ibu dan warga sekitar tempat tinggalnya di Kecamatan Makassar, Jaktim. Sehingga, keberadaan usahanya turut menggerakkan roda ekonomi lingkungan tempat tinggalnya.
Siap Ekspansi Pasar
Baca juga : Lawan Bali United, Bojan Hodak Kantongi Banyak Opsi Pemain
Mumun mulai merintis usahanya sejak November 2022. Awalnya hanya coba-coba, dan kini justru hasilnya melebihi ekspektasi.
Sebelum mendirikan Sumber Rezeki, Mumun pernah bekerja sebagai pengajar. Ide awal usahanya muncul ketika sang anak, Fajar yang bekerja sebagai engineering sebuah maskapai swasta ini sering dinas di dalam dan luar negeri kerap kali membawa oleh-oleh.
Namun ketika temannya dari Jakarta dan kembali ke negara dan kota asalnya selalu bertanya, mana oleh-oleh khas Jakarta? Dari situ,
Mumun dan anaknya mencoba mengolah dan membuat camilan khas tradisional Betawi. Awalnya, dirinya hanya fokus memproduksi rengginang, camilan tradisional yang gurih dan disukai banyak orang.
Seiring berjalannya waktu, variasi produk bertambah, mulai dari kembang goyang, biji ketapang, dodol, akar kelapa, hingga minuman instan bir pletok dan makanan khas Betawi lainnya.
Saat merintis usaha diakui Mumun tentu tidak mudah. Modal yang digunakan murni dari tabungan pribadi, tanpa meminjam ke bank atau lembaga keuangan mana pun.
“Prinsip saya sederhana. Berusaha sesuai kemampuan. Kalau bahan habis, kami jual dulu hasilnya, baru beli lagi. Tidak perlu berutang agar hati dan pikiran tetap tenang,” ujarnya.
Bahkan ketika beberapa pihak menawarkan pinjaman modal tanpa bunga, dia memilih menolaknya, merasa lebih nyaman mengembangkan usaha secara bertahap.
Diakui Mumun, tantangan hingga kini menjalankan bisnisnya adalah, bagaimana memperkenalkan produk ke masyarakat luas. Sebagai pendatang baru, dia kerap ditolak saat menitipkan barang ke toko-toko atau pasar. Namun ketekunannya kini membuahkan hasil.
Baca juga : Jaga Daya Beli Rakyat, Industri Otomotif Pilih Tahan Harga
“Pernah saya titip barang, seminggu tidak ada kabar. Saya pikir tidak laku, ternyata ketika dicek, barang sudah habis terjual. Dari situ semangat saya makin menyala,” ceritanya.
Tak hanya kualitas rasa dan kebersihan, Mumun juga memastikan semua produk sudah bersertifikat halal dan memenuhi standar keamanan pangan.
“Setiap kali ada undangan uji rasa atau kurasi kualitas, kami selalu lolos. Itu yang membuat pelanggan percaya dan terus kembali membeli,” kata Mumun.
Ke depan, dia mengaku ingin sekali menambah toko offlone di lokasi-lokasi strategis seperti di Stasiun Senen dan Stasiun Gambir.
Selain itu, Mumun juga ingin belajar untuk menerima tawaran ekspor resmi ke Belanda oleh BPOM, namun masih ragu.
“Selain mempertimbangkan daya tahan produk selama perjalanan jauh, saat ini kapasitas produksi saja masih sering kewalahan memenuhi permintaan dalam negeri. Nanti kalau sudah siap gudang dan sistem produksi lebih teratur, Insya Allah akan kami coba,” katanya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya