Dark/Light Mode

Burger MOGUL Komit Jaga Citra Rasa dan Kesegaran Bahan Baku

Senin, 13 Juli 2026 10:30 WIB
Burger MOGUL Komit Jaga Citra Rasa dan Kesegaran Bahan Baku

RM.id  Rakyat Merdeka - Gerai burger kini semakin mudah ditemukan di berbagai sudut kota. Dari merek global hingga pemain lokal, semuanya berlomba menawarkan cita rasa, harga, hingga konsep yang unik.

Di tengah persaingan yang makin padat dan daya beli masyarakat yang masih menantang, bisnis burger tak cukup hanya mengandalkan keju meleleh atau patty tebal.

MOGUL Burger terus memperbanyak menu atau menggelar promosi besar-besaran. Brand yang lahir di Medan ini justru bertaruh pada satu hal yang sederhana namun berbiaya tinggi: seluruh burger dibuat segar setiap hari dan tidak pernah berusia lebih dari 24 jam.

"Yang dimakan pelanggan hari ini adalah yang kami buat hari ini. Dari roti, patty sampai saus semuanya dibuat setiap hari. Kalau tidak habis, kami buang," kata Direktur MOGUL Burger, Mardiani Permata Sari saat wawancara dengan Media di Gerai MOGUL SCBD Park, Jakarta, Minggu (13/7/2026).

Keputusan itu tentu bukan tanpa konsekuensi. Di tengah industri makanan yang dituntut semakin efisien, membuang produk yang tidak terjual terdengar seperti keputusan yang mahal.

Namun, bagi MOGUL, konsistensi kualitas lebih penting dibanding mengejar efisiensi semata.

Baca juga : Libur Sekolah, Citra Raya Water World Sajikan 12 Wahana Seru

"Memang challenge-nya orang bisa bilang mahal. Tapi ketika kami jelaskan bagaimana proses pembuatannya, mereka jadi mengerti kenapa kualitas menjadi prioritas," ujar Mardiani.

Komitmen terhadap kesegaran juga diterapkan pada bahan baku utama. MOGUL tidak menggunakan daging sapi giling siap pakai.

Daging utuh impor dari Australia dan Amerika Serikat digiling sendiri setiap hari dengan komposisi khusus untuk menghasilkan tekstur juicy dengan bagian luar yang renyah khas smash burger.

Begitu pula dengan roti artisan dan saus racikan yang diproduksi sendiri di dapur mereka. Seluruh proses dimulai sejak pagi sebelum restoran dibuka, sehingga pelanggan mendapatkan burger yang benar-benar baru dipersiapkan pada hari yang sama.

Menariknya, di saat banyak restoran berlomba menghadirkan puluhan pilihan menu, MOGUL justru mempertahankan konsep sederhana.

Mereka hanya memiliki empat menu utama, yakni Classic Cheese Burger, Double Smash Burger, Triple Smash Burger, dan Mogul Junior. Sisanya hanyalah permainan jumlah patty dan keju, agar fokus tetap berada pada kualitas produk.

Baca juga : Reformasi Subsidi Energi Dinilai Krusial Jaga Fiskal dan Ketahanan

Berawal dari Medan dengan nama M Burger, MOGUL kemudian berekspansi ke Jakarta dengan identitas baru yang lebih kuat. Saat ini mereka telah memiliki tiga gerai di SCBD, BSD, dan Medan, serta menargetkan pembukaan satu gerai baru setiap tahun.

Jakarta Selatan menjadi lokasi ekspansi terdekat yang tengah dipersiapkan. Tak hanya mengandalkan resep bergaya Amerika, MOGUL juga mulai memasukkan sentuhan lokal sebagai bagian dari strategi bisnisnya.

Bertepatan dengan ulang tahun kedua, mereka meluncurkan kolaborasi perdana bersama Chef Archie melalui menu spesial bertema Nusantara yang tersedia selama tiga bulan di seluruh gerai.

"Ini kolaborasi pertama kami. Kami ingin mengenalkan kekayaan kuliner Nusantara melalui burger dan menjadi kehormatan bisa mengerjakannya bersama Chef Archie," kata Mardiani.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa burger tak lagi sekadar makanan cepat saji bergaya Barat.

Di tangan pelaku usaha lokal, burger juga bisa menjadi medium untuk mengangkat cita rasa Indonesia sekaligus menjawab selera konsumen yang kini semakin menghargai kualitas, cerita di balik produk, dan pengalaman menikmati makanan.

Baca juga : Komut Pertamina M. Iriawan Pastikan Kesiapan SAF Juanda-B50 Surabaya

Didirikan oleh Chris Angkasa dan Joeana Simon, MOGUL lahir dari pengalaman kuliner keluarga yang besar di Amerika Serikat.

Joeana memastikan seluruh produk dibuat menggunakan roti artisan, saus racikan sendiri, tanpa MSG, serta mengedepankan transparansi bahan baku.

"Kami percaya comfort food juga bisa menjadi hidangan yang serius dan dibuat dengan hati. Setiap gigitan harus terasa personal, hangat, juicy, dan penuh cinta seperti masakan rumah, tetapi dengan presisi seorang chef," ujar Joeana Simon.

Di tengah persaingan bisnis kuliner yang semakin ketat, MOGUL tampaknya memilih satu strategi yang sederhana tetapi tidak murah: memastikan setiap gigitan terasa benar-benar segar.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.