Dark/Light Mode

Optimalkan Layanan Digital, UMKM Kuliner Mama Khas Banjar Tembus Pasar Nasional

Senin, 20 Juli 2026 20:57 WIB
Firli Norachim, pemilik Toko Mama Khas Banjar di Banjarmasin, mengembangkan usaha oleh-oleh khas Banjar dengan memaksimalkan layanan digital mulai dari pembayaran QRIS OVO, hingga akses pendanaan GrabModal by OVO Finansial untuk mendukung pengembangan produk dan usaha. (Foto: Dok. OVO)
Firli Norachim, pemilik Toko Mama Khas Banjar di Banjarmasin, mengembangkan usaha oleh-oleh khas Banjar dengan memaksimalkan layanan digital mulai dari pembayaran QRIS OVO, hingga akses pendanaan GrabModal by OVO Finansial untuk mendukung pengembangan produk dan usaha. (Foto: Dok. OVO)

RM.id  Rakyat Merdeka - Modal Emas Rp Berawal dari modal menjual emas senilai Rp5 juta di tengah pandemi Covid-19, usaha oleh-oleh Mama Khas Banjar kini menjelma menjadi salah satu UMKM kuliner yang sukses memperkenalkan cita rasa khas Kalimantan Selatan ke pasar yang lebih luas.

Usaha yang dirintis Firli Norachim bersama sang istri, Ani Andriani, pada 2020 itu lahir dari situasi serba sulit.

Saat masih bekerja sebagai karyawan di perusahaan farmasi dan industri kosmetik, keduanya memanfaatkan waktu sepulang kerja untuk mengemas pesanan dan mengembangkan usaha rumahan berbahan dasar hasil laut.

"Dulu, modal, tenaga, dan waktu kami sangat terbatas. Namun, keterbatasan itu bukan alasan untuk berhenti," ujar Firli dalam keterangannya, Senin (20/7/2026).

Berbekal komitmen mengangkat potensi kuliner lokal, mereka mengolah hasil tangkapan nelayan dari Kotabaru dan Pelaihari menjadi beragam produk khas Banjar.

Nama Mama Khas Banjar sendiri dipilih untuk menggambarkan kehangatan masakan rumahan yang dibuat penuh cinta. Perlahan namun pasti, usaha tersebut berkembang pesat.

Baca juga : KPK Kembangkan Kasus Suap Restitusi Pajak KPP Madya Banjarmasin

Jika pada awal berdiri hanya mampu mengolah sekitar 20 kilogram ikan asin per bulan, kini kapasitas produksinya melonjak menjadi 1 hingga 2 ton per bulan.

Produk yang ditawarkan pun semakin beragam, mulai dari abon ikan, amplang, sambal, sirup khas daerah, dodol hingga aneka frozen food.

Pertumbuhan bisnis itu juga membawa perubahan pada skala usaha. Dari rumah kontrakan sederhana, kini Mama Khas Banjar telah memiliki dua outlet resmi dan mempekerjakan 17 orang karyawan.

Firli mengakui, salah satu kunci perkembangan usahanya adalah keberanian memanfaatkan teknologi digital. Saat pandemi membatasi aktivitas masyarakat, ia mulai mengandalkan penjualan melalui marketplace.

Langkah itu kemudian diperkuat dengan bergabung sebagai merchant GrabMart pada 2023.

"Sebagai pelaku UMKM, kita harus berani berinovasi. Kami masuk ke GrabMart, menambah katalog, dan mengikuti promo. Ternyata pelanggan suka karena bisa memesan lewat aplikasi dan barang langsung diantar," kata Firli.

Baca juga : Ramalan 3 Lembaga Dunia, Ekonomi RI Masih Tumbuh 5 Persen

Tak hanya memperluas pasar, digitalisasi juga diterapkan pada sistem pembayaran melalui QRIS OVO.

Firli menambahkan, sistem pembayaran digital membuat transaksi lebih praktis karena notifikasi pembayaran diterima secara real time, sehingga proses pencatatan keuangan menjadi lebih cepat dan akurat.

Seiring meningkatnya permintaan pasar, kebutuhan modal usaha pun ikut bertambah.

Untuk memperbesar kapasitas usaha dan mengembangkan produk baru, Firli memanfaatkan fasilitas pendanaan GrabModal Mantul by OVO Finansial.

Dana tersebut digunakan untuk menambah stok barang sekaligus mengembangkan produk baru, termasuk ikan asin dalam kemasan oleh-oleh yang membutuhkan proses riset, uji coba hingga penyempurnaan kemasan.

"Dengan adanya tambahan modal, kami bisa membeli lebih banyak barang untuk dijual kembali. Kalau stok tersedia, penjualan bisa meningkat dan usaha terus berkembang. Skema pembayaran harian juga memudahkan karena kami cukup fokus menjaga penjualan," ujarnya.

Baca juga : Purbaya Dorong UMKM Halal Tembus Pasar Internasional

Hingga kini, Grab mencatat lebih dari 445 ribu pelaku UMKM, baik merchant maupun mitra pengemudi, telah memperoleh akses pendanaan melalui GrabModal dengan total penyaluran lebih dari Rp6 triliun.

Firli juga pernah mengikuti program pendampingan UMKM Kota Masa Depan: Berani Digital yang digelar Grab, OVO dan OVO Finansial di Banjarmasin.

Melalui pelatihan pengembangan bisnis hingga pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI), transaksi harian Mama Khas Banjar di GrabMart disebut meningkat hingga dua kali lipat.

Kisah Mama Khas Banjar menjadi contoh bagaimana pelaku UMKM mampu naik kelas dengan memanfaatkan ekosistem digital, mulai dari pemasaran, pembayaran hingga akses pendanaan, sekaligus membawa kekayaan kuliner daerah agar semakin dikenal masyarakat Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.