Dark/Light Mode

Merawat Budaya Lewat Seni & Kuliner, Kisah Sampan Bujana Sentra Dibukukan

Jumat, 30 Oktober 2026 16:50 WIB
Ni Luh Made Dwi Indriati memegang buku terbarunya Badai Dalam Tungku Foto: Ni Luh Made Dwi Indriati)
Ni Luh Made Dwi Indriati memegang buku terbarunya Badai Dalam Tungku Foto: Ni Luh Made Dwi Indriati)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menjaga warisan budaya bukan sekadar mempertahankan tradisi, tetapi juga memastikan ada ruang bagi seni dan budaya Nusantara untuk terus hidup.

Semangat itulah yang ingin diabadikan Ni Luh Made Dwi Indriati, atau akrab disapa Wiwiek, melalui buku terbarunya berjudul Badai dalam Tungku, Kisah Keteguhan Sampan Bujana Sentra.

Buku tersebut merekam perjalanan Sampan Bujana Sentra (SBS), sebuah ruang budaya di Jakarta yang mempertemukan seni pertunjukan dengan kekayaan kuliner tradisional Indonesia.

Lebih dari sekadar dokumentasi sebuah tempat, buku ini mengisahkan mimpi, perjuangan, hingga keteguhan dalam menjaga warisan budaya, terutama setelah kepergian pendirinya, Sampan Hismanto.

Dalam sinopsis buku, SBS digambarkan sebagai oase budaya yang menawarkan pengalaman menikmati sajian khas Nusantara sekaligus menyaksikan pertunjukan seni tradisional.

Kehangatan rempah-rempah Indonesia berpadu dengan tarian daerah, alunan angklung, serta lagu-lagu daerah. Perpaduan tersebut menjadikan makanan bukan sekadar sajian, melainkan bagian dari pengalaman mengenal keberagaman budaya Indonesia.

 

Sampan Bujana Sentra. (Foto: Dok. Ni Luh Made Dwi Indriati)

 

Baca juga : Festival Indonesia 2026 Kenalkan Budaya & Kuliner di Melbourne

Namun, di balik aktivitas seni dan kuliner itu, tersimpan perjalanan panjang mempertahankan sebuah mimpi.

Setelah Sampan Hismanto berpulang, perjuangan menjaga keberlangsungan SBS dilanjutkan oleh para penerusnya di tengah berbagai perubahan dan tantangan.

Bagi Wiwiek, keinginan menulis buku ini berawal dari pengalaman personal. Saat berada di dalam ruangan Sampan Bujana Sentra dan memandang sekelilingnya, berbagai kenangan tentang kegiatan dan pengalaman yang pernah berlangsung di tempat tersebut kembali muncul.

Pengalaman itu kemudian melahirkan keinginan untuk mengabadikan perjalanan SBS agar cerita dan nilai-nilai yang diwariskan pendirinya tidak hilang begitu saja.

“Keinginan saya adalah mendokumentasikan secara khusus salah satu karya terbaik almarhum Bapak Sampan Hismanto, yaitu Sampan Bujana Sentra. Saya ingin bercerita melalui buku,” kata Wiwiek dalam keterangannya, Jumat (30/10/2026).

Buku ini sekaligus menambah daftar karya Wiwiek di dunia literasi. Sebelumnya, ia telah menerbitkan novel Wirasa Ayuri serta buku Sampan Hismanto Sang Maestro Tari, Panggungnya Tak Pernah Habis.

Melalui karya terbarunya, Wiwiek kembali menjadikan tulisan sebagai medium untuk merekam perjalanan dan menjaga ingatan tentang sosok maupun ruang budaya yang memiliki arti penting.

Dalam Badai dalam Tungku, perjalanan SBS menjadi gambaran bahwa pelestarian budaya bisa dilakukan melalui berbagai pendekatan.

Baca juga : Peran Anggaran Penjualan dalam Meningkatkan Kinerja UMKM

Tidak hanya lewat pertunjukan tari dan musik tradisional, tetapi juga melalui kuliner yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Seni pertunjukan dan makanan tradisional menjadi dua elemen yang saling melengkapi dalam memperkenalkan kekayaan Nusantara.

Masyarakat tidak hanya menikmati sajian, tetapi juga berkesempatan mengenal tradisi melalui pengalaman langsung. Tantangan semakin terasa ketika SBS harus melanjutkan perjalanan tanpa kehadiran sang pendiri.

Mempertahankan sebuah ruang budaya tentu membutuhkan komitmen, terutama ketika situasi dan dinamika terus berubah. Pengalaman tersebut juga menjadi bagian dari proses Wiwiek menyelesaikan bukunya.

Ia mengaku menghadapi tantangan berupa perubahan kondisi dan situasi internal yang berlangsung cepat. Meski demikian, ia berupaya menuntaskan penulisan sebagai bentuk komitmen untuk mengabadikan perjalanan SBS.

Bagi Wiwiek, membangun sesuatu yang bermakna tidak selalu harus dimulai dengan langkah besar. Keberanian memulai dan konsistensi untuk terus berjalan justru menjadi hal yang menentukan.

“Menurut saya, setiap mimpi yang baik perlu dimulai dari satu langkah kecil. Kita tidak harus menunggu semuanya sempurna untuk mulai melangkah. Yang terpenting adalah memiliki keberanian untuk memulai dan menjaga komitmen agar apa yang kita impikan bisa diwujudkan,” tuturnya.

Pesan tersebut menjadi benang merah dalam buku ini. Sebuah mimpi membutuhkan keberanian untuk diwujudkan, tetapi juga keteguhan untuk dipertahankan ketika menghadapi berbagai tantangan.

Baca juga : Konten TikTok Dorong UMKM Kuliner Gaet Konsumen

Melalui penerbitan buku ini, Wiwiek berharap semakin banyak masyarakat mengenal Sampan Bujana Sentra dan memahami pentingnya keberadaan ruang yang mendukung pelestarian seni serta budaya Indonesia.

“Harapan saya, buku ini dapat menarik minat banyak orang untuk membeli dan membacanya, serta mendapatkan manfaat dari cerita yang disampaikan. Saya juga berharap melalui buku ini, semakin banyak masyarakat yang mengenal Sampan Bujana Sentra,” ujarnya.

Lebih jauh, ia berharap SBS dapat berkembang sebagai destinasi wisata budaya yang menawarkan pengalaman berbeda bagi masyarakat maupun wisatawan.

Tidak hanya menjadi tempat menikmati kuliner tradisional dan pertunjukan seni, SBS juga diharapkan menjadi ruang bagi para pelaku seni untuk berkarya sekaligus membangun karier.

“Saya ingin masyarakat mengetahui bahwa tempat seperti Sampan Bujana Sentra perlu ada untuk memperkenalkan dan melestarikan seni serta budaya Indonesia. Saya juga berharap SBS dapat dikenal sebagai destinasi wisata sekaligus tempat bagi para pelaku seni untuk berkarya dan membangun karier,”  ujarnya.

Lewat Badai dalam Tungku, Wiwiek ingin memastikan perjalanan Sampan Bujana Sentra tidak hanya menjadi kenangan bagi mereka yang pernah mengenalnya.

Lebih dari itu, kisahnya diharapkan menjadi pengingat bahwa menjaga budaya membutuhkan ruang, kepedulian, dan orang-orang yang bersedia meneruskan perjuangan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.