Dewan Pers

Dark/Light Mode

Jokowi: Presidensi G20 Jangan Cuma Seremonial Belaka, Harus Ada Terobosan Besar

Rabu, 1 Desember 2021 20:37 WIB
Presiden Jokowi dalam acara Opening Ceremony Presidensi G20 Indonesia yang digelar di Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (1/12) malam. (Foto: YouTube)
Presiden Jokowi dalam acara Opening Ceremony Presidensi G20 Indonesia yang digelar di Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (1/12) malam. (Foto: YouTube)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presidensi Indonesia dalam Group of Twenty (G20) dimulai sejak hari ini, Rabu (1/12). Hal ini menjadi salah satu peristiwa bersejarah bagi bangsa Indonesia. Serta merupakan sebuah kepercayaan dan kehormatan bagi Indonesia, untuk menerima tampuk Presidensi G20 yang sebelumnya dipegang Italia.

Secara umum, Presidensi G20 ini diharapkan dapat menambah wawasan masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda. Bahwa Indonesia adalah negara besar yang keberadaannya sangat diperhitungkan oleh negara-negara lain di dunia, baik dari sisi ekonomi, letak geografis, maupun sikap politiknya.

 

 

Berita Terkait : Menkominfo: Presidensi G-20 Indonesia Harus Berkesan Bagi Masyarakat Dunia

Selain dikenal dengan keramahtamahannya, Indonesia juga dikenal karena memiliki keragaman budaya dari berbagai suku yang ada di nusantara, serta alam yang indah dan permai.

Dalam sambutannya pada acara Opening Ceremony Presidensi G20 Indonesia yang digelar di Lapangan Banteng, Jakarta (1/12), Presiden RI Joko Widodo menginginkan agar Presidensi G20 Indonesia tidak sebatas seremonial belaka.

“Indonesia mendorong negara-negara G20 untuk melakukan aksi-aksi nyata. Indonesia siap berkolaborasi dan menggalang kekuatan. Sehingga, masyarakat dunia dapat merasakan dampak positif dari kerja sama ini. Indonesia juga harus menghasilkan terobosan-terobosan besar dari forum G20,” ujar Presiden Jokowi.

Presidensi G20 Indonesia merupakan kesempatan bagi Indonesia untuk berkontribusi lebih besar bagi pemulihan ekonomi global. Dengan partisipasi aktif membangun tata kelola dunia yang lebih sehat, lebih adil, dan berlanjutan berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Berita Terkait : Muzzammil: Pendidikan Harus Adaptif Perkembangan Zaman

Itu sebabnya, Presidensi G20 Indonesia mengusung tema “Recover Together, Recover Stronger”.

Dengan tema tersebut, Presidensi G20 Indonesia diharapkan dapat memberikan semangat baru untuk mewujudkan tatanan dunia. Yang tak hanya memberikan kesejahteraan dan kemakmuran, tetapi juga menjamin keberlanjutan kehidupan di masa depan.

Presidensi G20 Indonesia akan fokus membawa tiga isu pembahasan strategis. Yaitu penanganan kesehatan yang inklusif, transformasi ekonomi berbasis digital, dan transisi menuju energi berkelanjutan.

Presidensi G20 Indonesia menjadi momentum untuk meningkatkan diplomasi ekonomi, melalui upaya menciptakan arsitektur ekonomi dan kesehatan global pasca krisis.

Berita Terkait : Luhut: Jangan Cuma Omong-omong, Semua Harus Pasang Target

Acara Opening Ceremony Presidensi G29 ini antara lain dihadiri oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. [HES]