Dark/Light Mode

Muzzammil: Pendidikan Harus Adaptif Perkembangan Zaman

Kamis, 25 November 2021 23:05 WIB
Anggota MPR Fraksi PKS Al Muzzammil Yusuf saat acara Bicara Buku Bersama Wakil Rakyat di Ruang Delegasi, Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (25/11). (Foto: Ist)
Anggota MPR Fraksi PKS Al Muzzammil Yusuf saat acara Bicara Buku Bersama Wakil Rakyat di Ruang Delegasi, Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (25/11). (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota MPR Fraksi PKS Al Muzzammil Yusuf mengungkapkan, di era modernisasi saat ini, seluruh rakyat Indonesia termasuk para pendidik atau guru juga para siswanya, mau tidak mau harus beradaptasi dengan pesatnya perkembangan zaman.

"Ini penting saya tekankan, sebab negara kita Indonesia sangat kaya sumber daya alam. Kekayaan itu akan menjadi sia-sia jika Sumber Daya Manusia (SDM) yang mengelolanya, tidak berkualitas," katanya, saat menjadi narasumber acara Bicara Buku Bersama Wakil Rakyat dengan tema Pengembangan Literasi dan Pemberdayaan Sumber Daya Pasca Pandemik Di Era Industri 4.0 di Ruang Delegasi, Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (25/11).

Hadir dalam acara tersebut sebagai narasumber anggota MPR Fraksi Partai Demokrat Nanang Samodra, penulis buku Ade E. Sumengkar, Pakar Pendidik Dr. Dirgantara Wicaksono serta para guru Kelompok Bermain, TK dan PAUD seputar Jakarta, Sukabumi, Garut, Cianjur, Depok dan Tasikmalaya sebagai peserta.

Lebih jauh, Muzzammil memberikan contoh, negara seperti Singapura dan Korea Selatan adalah dua negara yang sangat terbatas kekayaan alamnya, namun sangat kaya akan sumber daya manusianya.

Berita Terkait : Lestari: Guru Harus Jadi Teladan Hadapi Perubahan

"Dengan meningkatkan kualitas manusianya dibidang penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, mereka bisa tampil sebagai negara kaya," tambahnya.

Indonesia, lanjut Muzzammil, harus bisa bahkan melebihi mereka dengan dua hal yakni, peningkatan kualitas SDM dan pengelolaan kekayaan alam yang tepat untuk kepentingan negara. 

Maka dari itu, para guru dan pelajar harus tidak boleh bosan-bosan untuk terus belajar.  Bahkan, agama Islam mengajarkan dengan tegas, Utlubul ilma minal mahdi ilal lahdi yaitu, tuntutlah ilmu sejak dari buaian sampai liang lahat.

"Lihatlah betapa pentingnya menuntut ilmu dalam agama Islam. Jadi, belajar dan terus belajar tidak bisa dianggap main-main. Apalagi, bangsa ini dihadapkan dengan berbagai tantangan di era industri 4.0, teknologi informasi berbasis internet mesti dikuasai kalau tidak mau ketinggalan," ungkapnya.

Berita Terkait : Gus Halim: BUMDes Harus Sejahterakan Masyarakat

Pada intinya, Muzzammil mengajak, di momen peringatan Hari Guru Nasional tanggal 25 November 2021 ini, elemen masyarakat di bidang Pendidikan harus mulai menyadari akan pentingnya kualitas SDM demi kemajuan negara. 

"Bangsa ini mesti siap terutama pasca pandemi Covid-19 yang makin mereda dan diharapkan berakhir," tandasnya.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama anggota MPR Nanang Samodra mengatakan, untuk melahirkan SDM yang bagus, harus diperhatikan metode pembelajaran yang  tepat, efisien dan sesuai tumbuh kembangnya anak didik sejak usia dini. 

"Saya masih melihat anak didik, baik itu di TK atau PAUD dijejali dengan berbagai tugas dan materi yang saya rasa belum sesuai usia, sehingga akan terasa berat buat anak.  Mestinya secara psikologis, anak-anak usia TK atau PAUD itu dalam masa senang bermain. Carilah metode pemberian materi yang disesuaikan psikologis anak," katanya.

Berita Terkait : BCA Fasilitasi Pembiayaan Kawasan Pergudangan Eraprima Industrial Park

Ditegaskan Nanang, jika metode pembelajaran yang baik sesuai psikologis anak terus dilakukan sampai menginjak bangku kuliah, maka akan muncul generasi yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga diharapkan akan mampu membawa bangsa ini maju di masa depan.

Ada momen yang unik dalam kegiatan tersebut. Di tengah-tengah pemaparan, Al Muzzammil Yusuf mengajak peserta untuk membuat Gerakan Nasional 31:3. Angka itu diambil Pasal 31 ayat (3) UUD NRI Tahun 1945 yang berbunyi Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang.

"Ini berandai-andai saja, jika gerakan 31:3 itu ada, maka luar biasa sekali dampaknya. Pada dasarnya, kita semua baik pemerintah dan rakyat Indonesia pasti menginginkan generasi muda bangsa yang bukan hanya cerdas tapi juga memiliki keimanan, ketakwaan dan akhlak mulia yang kuat. Itu penting untuk memunculkan karakter dan jati diri bangsa,” pungkas Muzzammil. [TIF]