Dewan Pers

Dark/Light Mode

KIBS Ke-3, Muhadjir Tekankan Pentingnya Teknologi Informatika Dalam Pengembangan Budaya

Rabu, 1 Desember 2021 21:59 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy saat memberikan sambutan pembukaan KIBS ke-III Tahun 2021 secara daring, Rabu (1/12). (Foto: Dok. Kemenko PMK)
Menko PMK Muhadjir Effendy saat memberikan sambutan pembukaan KIBS ke-III Tahun 2021 secara daring, Rabu (1/12). (Foto: Dok. Kemenko PMK)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy secara resmi membuka Konferensi Internasional Budaya Sunda (KIBS) ke-III Tahun 2021.

Kegiatan yang diselenggarakan pada tanggal 1 sampai 3 Desember itu bertujuan untuk melahirkan pencerahan, pemikiran, dan jalan baru tentang bagaimana budaya Sunda bertahan dan berkembang dalam kebiasaan masyarakat digital saat ini.

Muhadjir, menegaskan bahwa upaya-upaya untuk memajukan kebudayaan sangat penting di tengah berbagai tantangan abad ke-21.

Berita Terkait : Hadiri Pelantikan IMM, Menpora Tekankan Pentingnya Semangat Inklusifisme

Antara lain, seperti disrupsi teknologi informatika yang belum menyasar pada kepentingan konsolidasi kebudayaan nasional, serta pertukaran budaya yang timpang dalam tatanan global yang menjadikan Indonesia hanya sebagai konsumen budaya dunia.

“Pemerintah tentu sangat mendukung kegiatan-kegiatan seperti ini. Karena sejalan dengan Undang-Undang No. 5/2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, yang bertujuan untuk meningkatkan ketahanan dan kontribusi budaya Indonesia di tengah peradaban dunia,” ujar Muhadjir saat memberikan sambutan pembukaan KIBS ke-III Tahun 2021 secara daring, Rabu (1/12).

Kegiatan yang mengangkat tema "Merambah Jalan Baru Kebudayaan Sunda" itu juga selaras dengan Peraturan Pemerintah No. 87/2021 tentang Peraturan Pelaksanaan UU No. 5/2017, yang menjelaskan bahwa proses pemajuan kebudayaan dilakukan melalui perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, pembinaan, dan penghargaan.

Berita Terkait : Siti Fauziah: Teknologi Tak Bisa Gantikan Peran Guru

“Konferensi ini termasuk dalam pengembangan, utamanya dalam bidang pengkajian, penyebarluasan, dan pengayaan keberagaman, sebagai upaya untuk menghidupkan ekosistem kebudayaan serta meningkatkan, memperkaya, dan menyebarluaskan kebudayaan," imbuh Muhadjir. 

Sedangkan, pemanfaatan budaya, menurutnya, dapat dilakukan untuk membangun karakter bangsa, meningkatkan ketahanan budaya, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk meningkatkan peran aktif dan pengaruh Indonesia dalam hubungan internasional.

Namun demikian, upaya-upaya pemajuan kebudayaan seperti yang diusahakan oleh Yayasan Kebudayaan Rancage selaku penyelenggara KIBS, juga harus dibarengi dengan semangat revolusi mental dari seluruh rakyat Indonesia, termasuk para insan budaya dan akademisi.
 Selanjutnya