Dewan Pers

Dark/Light Mode

Mentan Ajak Jajaran Apkasi Bangun Sektor Pertanian

Kamis, 21 Juli 2022 13:29 WIB
Mentan Syahrul Yasin Limpo/Ist
Mentan Syahrul Yasin Limpo/Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mengajak jajaran pengurus dan anggota Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) membangun sektor pertanian secara total. Pertanian, kata SYL, merupakan sektor yang penting dalam menopang kehidupan sehari-hari.

Apalagi, menurut SYL, saat ini dunia tengah mendapat ancaman serius terkait kemungkinan terjadinya krisis pangan akibat berbagai peristiwa yang bergejolak. Terlebih, setelah adanya pandemi Covid-19 dan perang Rusia-Ukraina.

"Karena itu, lahan yang ada sekarang harus dimaksimalkan. Kenapa? karena pertanian itu adalah ekonomi untuk menjaga Indonesia agar tetap tumbuh dan tangguh," ujar SYL yang juga pendiri Apkasi, saat membuka dan memberikan Apkasi Otonom Ekspo 2022, Rabu (20/7).

Berita Terkait : Menhub Ajak Swasta Kembangkan Bandara Komodo

Bagi SYL, pemerintahan yang baik adalah pemerintah yang bisa menghubungkan semua kebutuhan bangsanya dan kepentingan rakyatnya. Salah satunya bisa dilakukan dengan cara membangun pertanian Indonesia menjadi lebih maju, mandiri dan modern.

Menurutnya, pemerintah yang baik adalah pemerintah yang bisa menghubungkan kebutuhan bangsanya. Perbaikan negeri ini harus dimulai dari bawah, dimulai dari pertanian. 

“Apalagi dunia sedang tidak baik-baik saja, dunia diancan oleh krisis pangan, krisis energi, dan menghantam semua negara," katanya.

Berita Terkait : Wapres Diminta Gerak Cepat Bangun Papua

SYL mengingatkan bahwa Indonesia adalah negara keempat terbesar di dunia. Indonesia juga merupakan salah satu negara pemasok pangan ke berbagai negara. Karena itu, harus ada upaya bersama dalam melakukan pengelolaan secara baik dan benar.

Menurutnya, Indonesia merupakan negara keempat terbesar di dunia, negara kepulauan, jumlah bahasanya ratusan, jumlah sukunya juga banyak. 

“Kita tinggal membangun semangat yang sama untuk kepentingan bangsa yang lebih baik dan kepentingan petani agar lebih sejahtera," ujarnya.■