Dewan Pers

Dark/Light Mode

Mencari Solusi Untuk Papua

Rabu, 20 Juli 2022 06:10 WIB
BUDI RAHMAN HAKIM
BUDI RAHMAN HAKIM

RM.id  Rakyat Merdeka - Teroris di Papua berulah lagi. Sebanyak 10 orang warga sipil meninggal dunia. Hal ini tentu tidak boleh didiamkan. Harus ada tindakan yang tepat dari Pemerintah untuk mengatasi masalah ini.

Selama ini, teroris di Papua sudah sering berulah. Tidak semua wilayah Papua tentunya. Tapi, beberapa titik tanah Papua yang menjadi area perebutan kekuasaan dan kekayaan alam. Entahlah siapa yang bermain di balik “proyek” konflik tersebut.

Berita Terkait : Drama SudahTidak Laku

Para pemimpin dan elite Jakarta mestinya mengambil pelajaran penting dari sejarah. Kita pernah punya wilayah di paling barat Indonesia yang bertahun-tahun menjadi daerah operasi militer (DOM). Nanggroe Aceh selama bertahun-tahun pernah menjadi battleground antara TNI dengan milisi Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Selama bertahun-tahun itu pula, sudah banyak anggaran dihabiskan untuk perang antar sesama anak bangsa. Tidak jelas betul apa yang diperebutkan. Banyak korban berjatuhan. Menelan korban nyawa dan menguras air mata.

Berita Terkait : Pertarungan Survei

Kita bersyukur, akhirnya konflik berakhir dengan perjanjian damai Helsinki antara Pemerintah dengan pemuka GAM. Artinya, ternyata selesainya konflik dan aksi pemberontakan itu tidak dengan menjalankan operasi militer, tetapi melalui perundingan dengan para pemuka gerakannya. Kita berharap, masalah pemberontakan di Papua ini segera selesai.

Selain menerjunkan tentara terbaik ke Bumi Cendrawasih, kita berharap para elite memilih intel-intel terbaik dan juru negosiasi terbaik untuk mencari solusi damai di Papua. Jikapun mau menempuh operasi militer, lakukan dengan cara-cara yang profesional dan targeted.

Berita Terkait : Banyak Utang Tak Berarti Miskin

Periode yang ditetapkan untuk menjalankan operasi memberantas terorisme di Papua, sekali lagi memang itu pilihannya, maka harus ada tenggat waktu. Sehingga tidak disandera oleh kelompok-kelompok kepentingan yang diuntungkan oleh konflik seperti ini.

Kita semua sejatinya mesti lebih cerdas dalam bernegara. Pertahanan nasional kita harus smart dan tidak terbaca oleh lawan. Dan itu memerlukan SDM-SDM andal yang mengerti dunia shadow tentang geopolitik dan ekonomi regional Indonesia. Ini semua agar Indonesia Jaya dan Merdeka.