Dewan Pers

Dark/Light Mode

Persiapan Infrastruktur, Jokowi: Bali Siap Sambut G20

Jumat, 7 Oktober 2022 06:00 WIB
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono (ketiga kiri) mendampingi Presiden Joko Widodo, meninjau peningkatan infrastruktur di Provinsi Bali, Kamis (6/10/2022). Juga tampak di foto Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B Pandjaitan (kanan), Gubernur Bali I Wayan Koster (kedua kiri) dan Dirjen Cipta Karya, Diana Kusumastuti (kedua kanan).
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono (ketiga kiri) mendampingi Presiden Joko Widodo, meninjau peningkatan infrastruktur di Provinsi Bali, Kamis (6/10/2022). Juga tampak di foto Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B Pandjaitan (kanan), Gubernur Bali I Wayan Koster (kedua kiri) dan Dirjen Cipta Karya, Diana Kusumastuti (kedua kanan).

RM.id  Rakyat Merdeka - Jelang Presidensi Indonesia pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 November mendatang, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono mendampingi Presiden Joko Widodo, meninjau peningkatan infrastruktur di Provinsi Bali, Kamis (6/10/2022). 

Dalam kunjungan kerjanya kali ini, Jokowi melihat langsung progres pembangunan Penataan Kawasan Mangrove Tahura Ngurah Rai. “Saya melihat semuanya hampir sudah siap, Alhamdulillah. Kita harapkan nanti di pelaksanaaan KTT G20 juga berlangsung baik dan lancar,” jelas Presiden Jokowi.

Kementerian PUPR melakukan penataan Kawasan Mangrove Tahura Ngurah Rai di sekitar kawasan Waduk Muara Nusa Dua. Nantinya, kawasan ini akan digunakan sebagai showcase mangrove bagi para pimpinan negara dan delegasi yang hadir.

Berita Terkait : 3 Kota Prancis Ini Boikot Piala Dunia Qatar 2022

"Tadi masuk disini betul-betul surprise sudah disiapkan, sudah diubah. Menurut saya tempat ini yang paling menjadi titik utama, terutama dalam hal concern kita terhadap lingkungan, terhadap penghutanan kembali, baik itu mangrove maupun tropical rainforest sehingga para pemimpin negara yang kita undang kesini bisa melihat secara langsung,” ungkap Presiden Jokowi.

Adapun progres fisik penataan Kawasan Mangrove Tahura Ngurah Rai ini telah mencapai 84%. “Tinggal mempercepat penyelesaian pekerjaan di area persemaian mangrove, nanti ditambahkan tenaga kerja dari masyarakat sekitar melalui program padat karya tunai,” ujar Menteri Basuki.

Di samping pekerjaan area persemaian mangrove, lingkup pekerjaan lainnya meliputi pembangunan gerbang masuk, monumen G20, area plaza, beji, wantilan, jalur tracking mangrove, area penerima (lobby, ticketing, kantor penerima), menara pandang, viewing deck ke arah Teluk Benoa, area parkir di sekitar Waduk Muara, dan penataan Kawasan Parkir Kepala Negara di lahan seluas 2,6 hektare.

Berita Terkait : Keren! Infrastruktur Telekomunikasi KTT G20 Sudah Siap 99 Persen

Dilakukan juga peningkatan infrastruktur di kawasan Garuda Wisnu Kencana (GWK) yang lingkup pekerjaannya meliputi penataan dan renovasi Tirta Amertha, penataan entrance gate 3, pelandaian ramp menuju Festival Park, parkir VVIP, akses baru Jalan Indraloka, jalan Lingkar Timur, jalan Lingkar Barat, serta jalan akses menuju Parkir A GWK.

"Pekerjaan tinggal finishing saluran dan pengaspalan dan ditargetkan usai akhir Oktober,” tandas Menteri Basuki.

Dukungan infrastruktur lainnya meliputi peningkatan jalan Sp. Siligita – Kempinski dan showcase mangrove sepanjang 6,5 km, yang hingga saat ini progres fisiknya telah mencapai 95%. Untuk meningkatkan kualitas dan estetika, pekerjaan preservasi jalan dan jembatan disertai dengan beautifikasi atau penghijauan.

Berita Terkait : Jokowi Dinilai Berhasil Jaga Persatuan Indonesia

Turut hadir mendampingi Presiden yaitu Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B Pandjaitan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga S Uno, Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Alue Dohong.

Juga, Gubernur Bali I Wayan Koster, Dirjen Cipta Karya Diana Kusumastuti, dan Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri dan Lingkungan Endra S. Atmawidjaja. (*)