Dewan Pers

Dark/Light Mode

Rakorwas Itjen, Menag Dorong Pengawasan Untuk Perbaiki Layanan Publik

Senin, 21 November 2022 23:29 WIB
Foto: Humas Kemenag.
Foto: Humas Kemenag.

RM.id  Rakyat Merdeka - Inspektorat Jenderal Kementerian Agama (Itjen Kemenag) menggelar Rapat Koordinasi Pengawasan Tahun 2022, di Hotel Novotel Mangga Dua Jakarta, sejak tanggal hari ini, Senin (21/11), hingga Rabu (23/11).

Mengangkat tema “Transformasi Pengawasan Inspektorat Jenderal Menjadi Organisasi yang Adaptif dan Agile”, Itjen Kemenag berharap, transformasi pengawasan dapat memberikan perbaikan pada tata kelola kementerian tersebut.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, menyampaikan dua amanah dari Presiden yang harus diselesaikan di Kemenag.

“Pertama, layanan publik yang belum maksimal sesuai harapan masyarakat. Kedua, isu kecurangan (fraud) yang ditengarai masih terjadi dalam layanan publik, pengadaan barang serta praktek transaksional dalam mutasi promosi jabatan,” tutur Yaqut, dalam pembukaan Rakorwas Itjen Kemenag, Senin (21/11) malam.

Berita Terkait : Tewas Setelah Menari Di Atas Truk Berjalan

Dia menyatakan sangat concern terhadap perbaikan layanan publik di Kemenag. Sebab, banyak layanan di Kemenag yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.

“Katakanlah seperti masalah pernikahan, rujuk, masalah pencatatan waqaf, pelayanan haji, pembinaan rumah ibadah, dan pendidikan keagamaan. Jadi ketika masyarakat kecewa dengan layanan yang kita berikan, dengan mudah masyarakat memberikan penilaian terhadap Kementerian Agama,” tambahnya.

Yaqut meyakini, dengan digitalisasi layanan publik, masyarakat tidak perlu bersentuhan langsung dengan petugas yang memberikan layanan. Cara ini dinilai bisa mencegah praktek korupsi dalam layanan publik.

"Di era digital ini, kita sudah tidak bisa bekerja dengan cara lama dengan cara konvensional, maka arah pelayanan publik ke depan haruslah terdigitalisasi," tutur Yaqut.

Berita Terkait : Neng Eem Dorong Perempuan Berperan Aktif Di Ruang Publik

Diingatkannya, masalah yang dihadapi di Kemenag sudah sedemikian menumpuk. Karena itu, Yaqut berharap, seluruh aparatur Kemenag saat ini tidak menjadi bagian dari masalah di Kemenag, tapi menjadi bagian solusi dari Kemenag.

“Oleh karena itu, saya perintahkan Pak Irjen untuk mengawal betul hal ini, saya meminta setiap instruksi yang saya berikan dicatat, dikawal dan dipastikan dilaksanakan oleh seluruh aparatur di Kementerian Agama tanpa terkecuali,” tegas Yaqut.

Dia pun merasa bahwa Kemenag belum optimal menjawab keluhan masyarakat lantaran masih bekerja dengan cara-cara konvensional dan belum terbiasa dengan digital. Hal inilah yang sekarang terus diperbaiki oleh Kemenag.

“Hal ini kita juga terus perbaiki, saya perintahkan staf khusus untuk mengawal proses digitalisasi di Kemenag. Tanggal 25 (November) kita launching layanan digital Kemenag, saya ingin semua layanaan publik bisa diakses dalam genggaman," imbau Gus Yaqut.

Berita Terkait : Penata Rambut Johnny Andrean Beri Penghargaan Untuk Pekerja Seni & Publik Figur

Sementara itu, Inspektur Jenderal Kemenag RI, Faisal Ali Hasyim menjelaskan, berdasarkan peraturan pemerintah nomor 60 tahun 2008, ada tiga peran Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) yang efektif.
 Selanjutnya