Dark/Light Mode

BPI Kemendes Bangun Karakter ASN BerAKHLAK

Sabtu, 2 September 2023 23:16 WIB
Foto: BNPT
Foto: BNPT

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Pengembangan dan Informasi (BPI) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menggugah kesadaran core value aparatur sipil negara (ASN) BerAKHLAK di ACT Consulting besutan motivator terkenal Ary Ginanjar Agustian.

Selama sehari, lebih dari 300 pegawai Kemendes PDTT mendapat pelatihan Emotional dan Spiritual Quotient (ESQ), agar arif menjalankan tugas dan melayani masyarakat.

Sejak awal tepuk tangan meriah berkali-kali menggelegar di Ballroom Nugraha, Menara 165 Cilandak, Jakarta Selatan.

Di kantor pusat ACT Consulting ini, motivator Iman Herdimansyah memandu seminar dengan penuh semangat, membalut suasana hangat pada seluruh pegawai Kemendes PDTT.

Sekretaris BPI Fince Decima Hasibuan mengatakan, seminar ini wajib diikuti seluruh pegawai berstatus ASN maupun di luar ASN di lingkungan BPI.

Baca juga : Indonesia Banjir Pujian Dari Delegasi ASEAN Di Sidang ASCC

"Ini bagian dari upaya revolusi mental, agar seluruh pegawai dari semua lini terampil menerapkan karakter ASN BerAKHLAK," kata Fince, Jumat (1/9).

Fince berharap, kegiatan ini benar-benar mampu membentuk ASN BerAKHLAK.

"Diharapkan ke depan Kemendes PDTT menjadi instansi yang dibangun dengan pegawai kepribadian baik, sehingga memberikan pelayanan kepada masyarakat desa secara prima," harapnya.

Core Values ASN titik tonggak penguatan ASN pada birokrasi pemerintah pusat dan daerah. Substansi karakter yang dikembangkan meliputi pegawai yang Berorientasi, Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.

Iman menyatakan, pembangunan karakter merupakan langkah utama membentuk ASN BerAKHLAK.

Baca juga : CCEP Indonesia Bantu Masyarakat Sekitar Area Operasional

Ciri penting ASN BerAkhlak tidak hanya berfokus pada struktur dan sistem kerja saja, namun pembenahan utama yang perlu sebenarnya kesadaran dan memiliki rasa tanggung jawab terhadap diri sendiri.

Iman berulangkali menyampaikan perlunya bertanya pada pribadi sendiri, yaitu, siapa saya? Di mana saya? Dan, mau ke mana saya?

Pertanyaan itu berulangkali dilontarkan Iman. Tujuannya, agar mengingat untuk membentuk karakter manusia yang berkepribadian baik.

Ia mengutip ungkapan Ever more people today have the means to live, but no meaning to live for.

Ungkapan itu selaras dengan kenyataan, bahwa jumlah ASN semakin meningkat, namun kerap kali lupa akan tugas dan sumpah yang diucapkan pada awal menjabat.

Baca juga : Pagi Ini, Atlet SEA Games Mau Diarak Ke GBK

Untuk mengatasi hal ini, dibutuhkan sebuah pembentukan karakter, yang menyadarkan kembali pola pikir positif.

Iman juga menyampaikan tujuh hal yang menghambat pribadi menjadi ASN BerAKHLAK.

Yaitu, prasangka negatif, prinsip hidup, pengalaman, kepentingan, sudut pandang, pembanding dan literatur.

Ketujuh hal ini perlu dihilangkan pada pribadi masing-masing, sehingga bisa memunculkan nurani murni yang baik dalam pembentukan karakter ASN BerAKHLAK.

Nurani muruni akan menghilangkan tabiat buruk, sehingga muncullah energi positif dalam pribadi setiap pegawai.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.