Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Menteri Bahlil Bangga Kopi Papua Mendunia Di Australia
Senin, 13 Mei 2024 15:33 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Investasi dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia menyambangi, arena Pameran Kopi Internasional Melbourne, Australia, Minggu (12/5/2024). Yang membanggakan, sejumlah Kopi asal Indonesia ikut mejeng di arena ini.
Menteri Bahlil terkesima dengan gerai Kopi asal Papua yang diprakarsai sejumlah petani kopi asal Baliem, Wamena, Papua dan Papua Black Gold Coffee. "Saya bangga dengan Kopi Papua. Nanti balik Jakarta jumpa Kakak Menteri," ujar Bahlil kepada para petani kopi Papua.
Bahlil didampingi Tenaga Ahli Menteri Investasi asal Papua Rini Modouw, Rizal Calvary Marimbo dan Deputi Promosi Nurul Ichwan.
Baca juga : SIM Keliling Tangerang Kota Senin 13 Mei, Cek Di Sini Lokasinya
MICE atau Melbourne Internaional Coffee Expo merupakan ajang tahunan pameran kopi terbesar dunia yang berlangsung setiap tanggal 12 hingga 14 Mei. Lebih dari 15.000 barista atau profesional di industri kopi adu kecakapan dalam mengolah kopi. Pameran ini menjadi ajang bertemunya para pengambil keputusan di industri kopi dunia.
Menteri Bahlil mengatakan, saat ini terdapat tiga brand kopi Papua mendunia yakni Kopi Wamena Lembah Baliem, Kopi Bintang, dan Kopi Amungme.
Baca juga : SIM Keliling Depok Senin 13 Mei, Hadir Di 2 Lokasi
Nama Kopi Wamena juga didasarkan pada nama tempat produksinya yaitu di Wamena. Kopi ini dibudidayakan di Lembah Baliem yang memiliki ketinggian 1.200-1.600 mdpl. Selain itu, ada Kopi Pegunungan Bintang. Kopi arabika Pegunungan Bintang ditanam di Pegunungan Bintang. Berdasarkan sejumlah sumber, selain ditanam secara organik, biji kopi dipanen secara manual.
Terakhir adalah Kopi Amungme. Nama Kopi Amungme diambil dari nama suku yang mengelolanya yaitu, Suku Amungme. Kopi Amungme dibudidayakan di Lereng Gunung Jayawijaya, yang memiliki ketinggian diatas 1.200-2.000 mdpl.
Menteri Bahlil mengatakan, tantangan kopi nasional adalah bagaimana melakulan hilirisasi kopi sehingga komoditas ini dapat memberikan nilai tambah bagi petani kopi.
Baca juga : Kunker Ke Australia, Menteri Bahlil Temui Mahasiswa Papua, Ini Yang Dibahas
"Tantangannya, bagaimana hilirisasi kopi. Agar nilai tambahnya bisa dinikmati secara domestik oleh negara dan petani. Jangan hanya kebunnya saja di sini," ujar Bahlil.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya