Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pemerintah Targetkan Investasi KEK Rp 78 Triliun Tahun Ini
Senin, 22 Juli 2024 22:11 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) memiliki peran penting dalam peningkatan investasi sehingga dapat berkontribusi di dalam pemerataan pembangunan wilayah.
Dikembangkan sejak tahun 2009, KEK memiliki daya tarik dibandingkan kawasan lainnya, yaitu Badan Usaha dan Pelaku Usaha akan mendapatkan fasilitas yang ultimate baik fiskal maupun non fiskal.
Seperti, keringanan dalam pembayaran pajak, kemudahan perizinan, keimigrasian, dan lain-lain.
Plt Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang mengungkapkan, hingga Semester I-2024, KEK menunjukkan capaian yang positif dan berhasil mencatatkan realisasi investasi secara kumulatif senilai Rp 205,2 triliun dari 22 Kawasan Ekonomi Khusus.
“Pemerintah optimistis, KEK mampu memenuhi target investasi sebesar Rp78,1 triliun pada akhir 2024,” ujarnya dalam Media Sharing Session, di Kantor Sekretariat Jenderal Dewan Nasional KEK, Senin (22/7/2024).
Selain itu, penyerapan tenaga kerja juga mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan periode lalu, dengan tenaga kerja secara kumulatif hingga Juni 2024 mencapai 132.227 orang.
Capaian realisasi investasi yang signifikan ini tidak lepas dari peran pemerintah melalui kebijakan insentif yang terbukti dapat menarik investor, baik dalam negeri maupun luar negeri.
Baca juga : Penerimaan Negara Dari Sektor Hulu Migas Capai Rp 114 Triliun
Edwin mengungkapkan, pemberian fasilitas dan kemudahan memang ditujukan untuk meningkatkan daya saing Indonesia dalam menarik investasi, sehingga dapat mengoptimalkan industri ekspor impor dan kegiatan lainnya yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
“Dengan masuknya investasi, diharapkan akan memunculkan pusat-pusat ekonomi baru, dan mendorong percepatan pembangunan daerah serta menciptakan lapangan pekerjaan,” harapnya.
Hal ini sesuai dengan tujuan pengembangan KEK, yakni peningkatan investasi, ekspor dan substitusi impor, penciptaan lapangan pekerjaan, dan pembentukan model terobosan pengembangan kawasan melalui pengembangan industri, pariwisata, dan jasa lainnya.
Tidak hanya itu, dalam penyelenggaraannya, KEK juga memiliki peran dalam meningkatkan devisa negara.
Contohnya, melalui KEK di bidang kesehatan seperti Bali International Hospital di KEK Sanur dan Rumah Sakit International Apollo di KEK Usulan, yaitu KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam.
“Selama ini kan banyak orang berobat ke luar negeri seperti Penang dan Singapur, ini harus ada standarnya obat seperti apa, alat kesehatan seperti apa,” jelas Edwin.
Menurutnya, hal ini bukan soal besaran investasi, tapi bagaimana menghadirkan rumah sakit berstandar internasional.
Baca juga : KEK Berhasil Catatkan Realisasi Investasi Rp205,2 Triliun Hingga Juni 2024
“Dengan adanya rumah sakit berstandar internasional di Indonesia, orang orang tidak akan berobat lagi ke luar negeri dan ini akan sangat membantu saving devisa,” imbuhnya.
Sementara itu, Plt Kepala Biro Investasi, Kerja Sama dan Komunikasi Dewan Nasional KEK, Bambang Wijanarko menjelaskan, dari hasil Rapat Evaluasi Kinerja KEK Semester I-2024, terdapat tujuh KEK yang telah merealisasikan target investasi sebesar lebih dari 40 persen di Semester I-2024.
Yakni, KEK Mandalika, KEK Sanur, KEK Kendal, KEK Lido, KEK Nongsa, KEK Singhasari, dan KEK Gresik.
Untuk capaian tenaga kerja, KEK Gresik, KEK Sei Mangkei, KEK Nongsa, KEK Galang Batang, KEK BAT, dan KEK Lido telah mampu mencapai target tenaga kerja lebih dari 40 persen di Semester I-2024.
Selama semester I-2024, KEK telah mencatatkan investasi sebesar Rp 31,4 triliun atau 40 persen dari target 2024, dan naik 7 persen dibandingkan capaian di periode yang sama tahun lalu.
“Selain peningkatan investasi, KEK juga mencatatkan penyerapan tenaga kerja sebanyak 15.229 orang atau 39 persen dari target 2024, serta terdapat tambahan 36 Pelaku Usaha,” ungkap Bambang.
Selain itu, beberapa KEK telah berkontribusi signifikan serta memberikan dampak positif pada ekonomi wilayah, melalui serapan tenaga kerja dukungan pada UMKM, pertumbuhan infrastruktur, dan lainnya.
Baca juga : Kebut Kebijakan Satu Peta, Pemerintah Target Investasi Rp 1.900 Triliun Di 2025
Hal ini dibuktikan dengan hasil kajian yang dilakukan oleh LPEM UI terkait dengan dampak positif Kawasan Ekonomi Khusus terhadap ekonomi daerah dan perekonomian nasional.
Beberapa kesimpulan utama bahwa secara umum sebagian besar KEK berkembang dan berkinerja baik dan secara keseluruhan investasi di KEK memberikan kontribusi yang positif terhadap perekonomian.
Sebagai langkah diseminasi kebijakan, capaian, dan dampak penyelenggaraan KEK, juga telah dilakukan penyampaian Laporan Kinerja Capaian KEK oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto selaku Ketua Dewan Nasional kepada Presiden terpilih/Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto.
Sekaligus, memberikan penghargaan KEK terbaik kepada KEK Gresik untuk KEK Industri dan KEK Mandalika untuk KEK Jasa.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya