Dark/Light Mode

Kementan Sukses kembangkan Varietas Padi Unggul Di Merauke

Rabu, 24 Juli 2024 18:54 WIB
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. (Foto : ist)
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. (Foto : ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menggenjot pengembangan varietas unggul padi Cakrabuana Agritan, yang berhasil dikembangkan di lumbung pangan Merauke. Dengan varietas ini, potensi swasembada pangan padi pun makin terlihat.

Varietas Cakrabuana ini merupakan salah satu varietas padi yang memiliki produktivitas tinggi dan adaptif di lahan rawa dan di tengah perubahan iklim.

“Ini bagus sekali, subur sekali, ini luar biasa, potensinya. Kita uji coba varietas Cakrabuana, potensi produksinya hingga 9-10 ton per hektar. Ini kita kembangkan di Merauke, nantinya untuk 1 juta hektar,” ungkap Amran saat meninjau langsung lahan pertanian modern bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Distrik Kurik, Kabupaten Merauke dalam pernyataannya, Rabu (24/7).

Baca juga : Bamsoet Puji Imin Sukses Transformasi PKB Jadi Partai Milenial Modern

Menurut Amran, varietas Cakrabuana Agritan merupakan jawaban bagi ketahanan pangan dan membuka potensi lebih besar untuk swasembada pangan padi bagi Indonesia di tengah ancaman perubahan iklim mengingat uji coba penanaman yang telah menunjukkan hasil yang maksimal walau diimplementasikan di lahan rawa. 

Varietas itu tahan terhadap hama dan penyakit, serta mampu beradaptasi dengan berbagai kondisi lingkungan. Pengembangan varietas ini juga berdampak pada meningkatnya kesejahteraan petani.

“Bapak Presiden mendukung penuh pengembangan padi di Merauke dengan teknologi, full mekanisasi, dan benih unggul. Varietas ini bisa menghasilkan hingga 10 ton per hektar,” imbuh Amran.

Baca juga : Mentan: Presiden Sangat Mendukung Pengembangan Pertanian Modern Di Merauke

Tenang Wibowo, salah satu petani di Merauke mengatakan dirinya merupakan salah satu yang menerapkan teknologi pertanian seperti yang dianjurkan Amran dan upaya itu telah membuahkan hasil.

“Memang jauh sekali untuk potensi hasil (produksi) Alhamdulillah setelah ada kegiatan ini ya kami belajar sehingga ini untuk produksi kelihatannya lebih bagus,” ujarnya.

Ia pun menjabarkan perbedaan hasil produksi sebelum dan saat ini yang naik signifikan.

Baca juga : Limbah Kelapa Mau Disulap Jadi Bahan Bakar Pesawat

“Kalau kami dulu satu hektar mentok itu biasa cuma dapat 80-90 ikat. Karung begitu. Kalau dengan begini alhamdulillah bisa naik sampai 120-130 sak gitu,” jelasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.