Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meresmikan Kantor Unit Pelaksana Teknis Stasiun Meteorologi Maritim Natuna, di Lingkar Ranai, Puak, Kelurahan Ranai Kota, Kecamatan Bunguran Timur, Natuna, Rabu (31/7/2024). Berdiri di atas lahan seluas 10.697 meter persegi, Stasiun Meteorologi Maritim ini akan bekerja untuk pengamatan, pengelolaan data, analisis prakiraan cuaca laut, dan menjamin keselamatan nelayan.
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menjelaskan, salah satu tugas BMKG adalah memonitor perkembangan cuaca dan iklim yang saat ini terganggu dengan laju perubahan iklim di dunia. Hal ini menjadi penting, terutama demi keselamatan nelayan yang setiap hari hidupnya bergantung pada kondisi laut.
“Sehingga diperlukan perlatan dan stasiun yang andal dan dilengkapi dengan peralatan canggih. Kami akan memasang satu radar maritim dan radar cuaca untuk mendeteksi dinamika gelombang dan arus gelombang sehingga sebelum terjadi musibah bisa terdeteksi dengan radar,” kata Dwikorita, dalam keterangan yang diterima redaksi, Sabtu (3/8/2024).
Dengan menjamin keselamatan para nelayan dan masyarakat yang menggunakan layanan jasa maritim, akan mendorong roda perekonomian berjalan dengan baik. Terpenting, jika nelayan selamat pada akhirnya akan menghadirkan kesejahteraan untuk semua pihak.
Baca juga : APPBI Ingatkan Satgas Fokus Cegah Impor Ilegal Dari Hulu
Dwikorita menjelaskan, dalam pertemuan Forum Ekonomi Dunia tahun ini, para ahli menyepakati bahwa tantangan 10 tahun ke depan yang paling mengancam perkembangan ekonomi dunia adalah cuaca. Hal ini perlu diantisipasi sejak dini jika tidak ingin perubahan iklim semakin merusak seluruh sendi kehidupan.
Di sisi lain, dampak perubahan iklim sudah sangat terasa, dengan suhu udara semakin panas jika dibandingkan 20-30 tahun lalu sebelum era industri dimulai. Perubahan iklim saat ini telah mendekati batas yang disepakati bersama pada Perjanjian Paris COP21 pada 12 Desember 2015.
Saat itu, seluruh dunia bersepakat harus membatasi kenaikan suhu rata-rata global di angka 1,5 derajat celcius pada 2030. Namun faktanya, saat ini kenaikan suhu melaju lebih cepat dan sudah mencapai kenaikan 1,45 derajat celcius atas suhu rata-rata di masa pra-industri.
“Sekarang, 2023 sudah 1,45 derajat. Indonesia ini, selama 30 tahun, kenaikannya suhu maksimum hingga mencapai 0,9 selama 30 tahun dan ini sangat signifikan kenaikannya,” ujarnya.
Baca juga : Geostrategi Sistem Pertahanan Poros Maritim Dunia
Menurut pemodelan analisis yang dilakukan BMKG, dengan asumsi masyarakat Indonesia tidak berhasil mengendalikan laju kenaikan suhu udara, maka di akhir abad 2100 maka kenaikan suhu udara akan mencapai 3,5 derajat celcius atau dua kali lipat dari yang terjadi hari ini. Dampaknya tentu akan sangat berbahaya bagi masyarakat.
Dampak yang akan dihasilkan adalah badai tropis semakin sering terjadi, gelombang tinggi semakin sering terjadi, dan intensitasnya serta durasinya akan semakin panjang. Natuna pada tahun 2023 pernah mengalami bencana alam akibat Borneo Vorteks atau bibit badai tropis yang disebabkan oleh kenaikan suhu permukaan air laut.
“Kalau dibiarkan suhu naik terus, selain badai tropis dan gelombang tinggi, juga akan terjadi yang berikutnya yang sangat mengkhawatirkan bagi Natuna yaitu kenaikan muka air laut. Semua itu disebabkan dari peningkatan suhu bumi,” jelasnya.
Stasiun Meteorologi Maritim Ranai berdiri di atas lahan hibah yang diberikan Pemkab Natuna kepada BMKG. Kerja sama ini merupakan bentuk kepedulian Pemkab terhadap keselamatan dan kemajuan masyarakat melalui layanan BMKG.
Baca juga : Perluas Layanan, WOM Finance Resmikan Kantor Cabang Jakarta Barat 2
Bupati Natuna Wan Siswandi menjelaskan, hibah ini merupakan wujud komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya dalam hal mitigasi bencana. Mitigasi itu bisa dicapai dengan informasi cuaca yang akurat yang ditunjang dengan peralatan dan fasilitas mumpuni.
“Pembangunan gedung baru ini sebagai upaya peningkatan kualitas pelayanan informasi di wilayah Kabupaten Natuna. Kolaborasi ini dapat terus diperkuat demi kesejahteraan dan keselamatan masyarakat Natuna karena nelayan kami butuh banyak mendapatkan informasi,” pungkasnya.
Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Bupati Kabupaten Natuna Rodhial Huda, Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto, Komandan Guspurla TNI AL, Dandim Ranai, Danlanal RSA Kabupaten Ranai, Danlanud RSA Kabupaten Natuna, Kapolres Natuna, Sekretaris Kabupaten Natuna, dan civitas BMKG.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya