Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Komunitas Siap Gerak Dorong Guru Di Malut Ikuti Program Guru Penggerak
Jumat, 13 September 2024 11:11 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Setelah mengikuti Program Guru Penggerak selama 9 bulan lamanya dan lulus pada tahun 2021, Kepala Sekolah SMA Negeri 7 Moti, Provinsi Maluku Utara, Rustam Ar Selang terus melakukan sosialisasi dengan membentuk Komunitas Siap Gerak, akronim dari Akselerasi Diseminasi Percepatan Guru Kontrak.
"Mengingat minat guru untuk ikut program Guru Penggerak sangat kurang, Ditingkat Provinsi Maluku Utara, jumlah guru P3K, ada sekitar 2.087 guru. Yang mendaftar Guru Penggerak hanya 30 guru untuk tingkat pendidikan SMA dan SMK," kata Rustam pada acara Press Tour Ditjen GTK Kemendikbudristek di Kota Ternate, Kamis (12/9/2024).
Selain terus melakukan sosialisasi, Komunitas Siap Gerak ini juga mengadakan kegiatan lainnya, seperti pelatihan, workshop, baik luring atau pun daring kepada guru-guru yang akan mengikuti Program Guru Penggerak.
Tidak hanya itu, pihaknya juga melakukan sosialisasi Kurikulum Merdeka.
Baca juga : Capai Angkatan Ke-11, Malut Kian Gencar Cetak Guru Penggerak
"Selain sosialisasi Guru Penggerak, Kami juga melakukan percepatan implementasi Kurikulum Merdeka, karena masih ada guru yang mispersepsi dengan Kurikulum Merdeka," ucap Rustam.
Rustam melanjutkan, Komunitas Siap Gerak ini juga turun ke sekolah-sekolah untuk mendiagnosa temuan permasalahan yang dihadapi para guru.
Seperti diketahui, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) tercatat telah menorehkan berbagai capaian program sepanjang tahun 2020 hingga saat ini.
Di antaranya, capaian dan praktik baik dalam Program Guru Penggerak, Platform Merdeka Mengajar (PMM), Guru Penggerak yang diangkat menjadi Kepala Sekolah/Pengawas, serta Guru Honorer yang lolos seleksi ASN PPPK.
Baca juga : Bamsoet Dorong Peran Aktif Masyarakat dalam Penanggulangan Bencana
Berdasarkan data Kemendikbudristek pada awal tahun 2024, Guru yang sudah menggunakan PMM dan juga lebih dari 1,3 juta perangkat TIK telah terdistribusi ini di luar aplikasi-aplikasi gratis yang diberikan kepada sekolah, kepala sekolah dan guru.
Sementara untuk capaian terkait GTK, sebanyak 94.685 calon guru penggerak mengikuti pendidikan Guru Penggerak dari tahun 2020 hingga 2023, jumlah kelulusan 61.256 guru.
Kemudian, 2.730.767 jumlah Guru Pelatihan Mandiri dari tahun 2020 hingga 2023, 422.679 guru mengikuti Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) dari tahun 2020 hingga 2023, serta 774.999 guru honorer lulus seleksi guru ASN PPPK dari tahun 2021 hingga 2023.
Rustam Ar Serang adalah salah satu lulusan dari Program Guru Penggerak Angkatan 2 dan pada tahun 2023 lalu, diangkat menjadi Kepala Sekolah SMA Negeri 7 Moti Maluku Utara.
Baca juga : Lewat Jaringan Kantor Luar Negeri, BNI Dukung Diaspora melalui Program Unggulan
Sebelumnya, dia mengabdi menjadi guru di SMA Negeri 2 Kota Ternate selama 7 tahun.
"Setelah lulus Program Guru Penggerak, pada tahun 2021. Kemudian Pemprov Maluku Utara mengangkat sebagai Kepala Sekolah di SMA Negeri 7 Moti, yang juga tempat kelahiran saya," ujarnya.
Rustam mengakui, banyak persoalan yang dihadapi dirinya saat menjadi Kepala Sekolah SMA Negeri 7 Moti. Sarana media untuk pembelajaran pun juga terbilang minim.
"Saya undang guru-guru, kemudian orang tua wali murid. Saya benahi menejerialnya, selanjutnya saya membangun iklim sekolah yang harmonis, dengan demikian visi misi sekolah dapat tercapai sesuai dengan Kurikulum Merdeka," tutup Rustam.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya