Dark/Light Mode

Wujudkan Kemandirian Energi

Pengamat Dukung 3 Jurus Bahlil Kurangi Impor Minyak dan LPG

Selasa, 17 September 2024 20:54 WIB
Foto: RM.
Foto: RM.

RM.id  Rakyat Merdeka - Pengamat ekonomi sekaligus Direktur Eksekutif Segara Research Institute, Piter Abdullah, mendukung tiga jurus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia untuk mewujudkan kemandirian energi guna menekan impor minyak dan juga liquefied petroleum gas (LPG).

Menurut Piter, rencana Bahlil itu sudah bagus, namun perlu didukung dengan langkah konkret untuk merealisasikannya.

Sebab, selama ini usaha untuk meningkatkan produksi minyak dalam negeri sudah dilakukan, tetapi belum berhasil secara optimal. Hal ini diduga karena minimnya investasi untuk melakukan eksplorasi minyak bumi.

“Kita mengalami penurunan lifting minyak sudah sangat lama dan persisten. Berbagai upaya sudah dilakukan, tetapi belum berhasil meningkatkan kembali produksi minyak kita. Hal ini dikarenakan investasi eksplorasi penemuan ladang baru sangat minim dilakukan,” ujar Piter, Selasa (17/9/2024).

Piter mengakui, investasi pada sektor ini sangat berisiko tinggi dan memiliki banyak tantangan.

Oleh karena itu, Piter mendorong Bahlil membuat kebijakan yang dapat meningkatkan investasi pada eksplorasi minyak, seperti perbaikan data dan kemudahan perizinan oleh pemerintah.

Baca juga : KidZania Surabaya Dukung Tumbuh Kembang Anak Peduli Kebersihan Pakaian

“Dipahami, investasi eksplorasi ini sangat berisiko dan jangka panjang. Selama ini, iklim investasi untuk eksplorasi ini tidak cukup mendukung,” ucapnya.

Piter mengatakan, Bahlil yang juga pernah menjabat sebagai Menteri Investasi, perlu mengeluarkan kebijakan yang bisa memperbaiki iklim investasi di bidang ini agar para investor tertarik dan mau menanamkan investasinya.

“Jadi, rencana Pak Bahlil adalah hal yang bagus, tetapi selama ini rencana bagus saja tidak cukup. Harus ada kebijakan konkret yang bisa memperbaiki iklim investasi di bidang eksplorasi ini,” paparnya.

Piter menuturkan, pendekatan yang sama juga perlu diterapkan pada LPG. Meskipun hal ini memerlukan waktu yang panjang, tetapi tetap harus dijalankan.

“Rencana membangun industri untuk menekan impor LPG juga hal yang bagus. Tapi, ini rencana jangka panjang yang tidak bisa menyelesaikan permasalahan jangka pendek,” tuturnya.

Piter juga mendorong pemerintah untuk terus berupaya mengembangkan energi baru terbarukan (EBT) sebagai energi alternatif yang melimpah dari sumber daya alam Indonesia.

Baca juga : Wujudkan Ketahanan Air Di Jabar,Hutama Karya Rampungkan Bendungan Leuwikeris

Ditegaskan Piter, semua rencana pemerintah membangun industri dan kedaulatan energi sudah baik, asalkan kebijakan tersebut konsisten dijalankan.

“Semuanya harus dilakukan. Saran saya, pemerintah agar konsisten saja dalam kebijakannya, jangan maju mundur,” tegas Piter.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, akan menerapkan tiga jurus untuk mengurangi ketergantungan pada minyak dan LPG.

Pertama, Bahlil menegaskan Indonesia harus segera melakukan eksplorasi terhadap potensi sumur-sumur minyak baru.

Kedua, mengoptimalkan sumur minyak eksisting. Ketiga, mengoptimalkan potensi sumur idle yang masih produktif.

"Yang ketiga adalah kita juga sedang mengidentifikasi untuk mengoptimalkan potensi sumur-sumur idle yang masih produktif. Nah, ini mungkin yang bisa kita lakukan," tegas Bahlil.

Baca juga : Tekan Pembengkakan APBN, Pengamat Dukung Langkah Bahlil Batasi Subsidi BBM

Bahlil juga mendorong intervensi teknologi untuk meningkatkan lifting minyak Indonesia. Ini bisa ditempuh salah satunya melalui teknologi enhanced oil recovery (EOR).

Sementara itu, untuk menggenjot produksi LPG, Bahlil akan membangun industri dalam negeri yang memanfaatkan potensi propana (C3) dan butana (C4).

Ia yakin langkah ini bisa menekan impor LPG yang dilakukan Indonesia selama ini.

"Kalau impor terlalu banyak akan berdampak pada neraca perdagangan, neraca pembayaran kita, devisa kita. Bahkan, hari ini devisa kita setiap tahun keluar kurang lebih sekitar Rp 450 triliun hanya untuk membeli minyak dan gas, khususnya untuk LPG," tukasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.