Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
77 Persen Kabupaten/Kota Dapat Sertifikat Eliminasi Malaria
Usaha Pemerintah Mulai Buahkan Hasil
Sabtu, 12 Oktober 2024 07:25 WIB
Sebelumnya
SBY mengingatkan Indonesia memiliki pengalaman yang baik dalam menghadapi berbagai krisis, baik krisis kesehatan maupun krisis ekonomi. Dia yakin, usaha bersama dari seluruh pihak akan membuat cita-cita mengeliminasi malaria dari Indonesia bisa terwujud.
“Ingat, kita pernah berhasil memerangi flu burung. Waktu itu kita baru terkena musibah tsunami, kemudian krisis ekonomi global. Namun, Pemerintah bisa melakukan tugasnya dengan baik. Artinya, sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin,” ucapnya.
Meski begitu, Presiden ke-6 RI ini mengingatkan, perencanaan yang telah dibuat, membutuhkan aksi nyata di lapangan. Utamanya, di daerah endemis malaria, seperti Papua, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara dan Kalimantan Timur.
“Kalau semua melakukan langkah bersama, bukan hanya Kementerian Kesehatan, tapi utamanya para pemimpin sangat-sangat penting, gubernur, bupati, walikota, menteri dan presiden, semuanya bertanggung jawab dan melakukan sesuatu secara nyata,” imbuhnya.
Baca juga : Senayan Usul Dibentuk Badan Pengawas Khusus
Di media sosial X, usaha Pemerintah menghilangkan malaria juga mendapat sorotan dari netizen.
Akun @mazzini_gsp berpendapat, upaya menghilangkan malaria menjadi tanggung jawab semua pihak, tidak boleh dibebankan kepada Kemenkes dan Pemda.
Dia juga meminta Pemerintah Indonesia mencontoh usaha Pemerintah Kolonial Hindia Belanda, yang sampai melibatkan bea cukai untuk memberantas malaria saat masa penjajahan.
“Bea Cukai kolonial Hindia Belanda sampai mengumumkan, uang hasil pungutan bea dari sektor karet dalam negeri, digunakan untuk memperbaiki jalan, jembatan, balai pengobatan, hingga pemberantasan malaria. Kenapa Bea Cukai setelah Indonesia merdeka justru kalah transparan dan kalah kebermanfaatannya,” tulisnya.
Baca juga : Bahlil: Ini Kampanye Hitam
Akun @aarrozz4k11 menilai, bila Pemerintah sanggup membuat peta jalan dan sukses menghilangkan malaria dari Indonesia, harusnya peta jalan itu juga dibuat untuk mengeliminiasi DBD di Tanah Air. “Kalau malaria sudah ada peta jalannya dan bisa dijalankan, peta jalan untuk memberantas Demam Berdarah Dengue (DBD) juga bisa dong?” cuitnya.
“Nah, DBD tuh nggak kalah bahaya. Kalau Indonesia lagi peralihan musim, pasti banyak banget pasiennya di RS. Tidak peduli jenis kelamin dan usia, banyak yang kena DBD” timpal akun @ghostbumppps.
Sementara, akun @Sssulistty0 berharap, Pemerintah benar-benar merealisasikan komitmen memberantas malaria. Sebab, dirinya pernah menjadi pasien dari penyakit ini.
“Kena malaria tuh rasanya seperti kayak mau mati lemes bray. Demam tinggi, keringetan, mual, lemes, kepala pusing kayak didudukin gajah. Jangan sampai, kalian ngerasain apa yang gue rasain dah. Gua dukung usaha pemberantasan malaria,” tegasnya.
Baca juga : Pupuk Indonesia Targetkan Tambah Produksi 2 Juta Ton
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Sabtu, 12 Oktober 2024 dengan judul 77 Persen Kabupaten/Kota Dapat Sertifikat Eliminasi Malaria, Usaha Pemerintah Mulai Buahkan Hasil
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya