Dark/Light Mode

Pemerintah Bangkitkan Olahraga Kaum Disabilitas

Tidak Ada Lagi Diskriminasi, Atlet Difabel Bisa Berprestasi

Jumat, 18 Oktober 2024 08:10 WIB
Presiden Jokowi menghadiri acara pembukaan Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVII Tahun 2024 di Stadion Manahan, Kota Surakarta, Jawa Tengah, Minggu (6/10/2024). (Foto: Dok. www.presiden.go.id)
Presiden Jokowi menghadiri acara pembukaan Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVII Tahun 2024 di Stadion Manahan, Kota Surakarta, Jawa Tengah, Minggu (6/10/2024). (Foto: Dok. www.presiden.go.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintahan Presiden Jokowi akan berakhir pada 20 Oktober mendatang. Meski begitu, ada salah satu legacy atau warisan yang ditinggalkannya dalam bidang olahraga. Selama 10 tahun menjabat, Jokowi berhasil menyingkirkan diskriminasi dan marjinalisasi yang dahulu menyasar para atlet penyandang disabilitas.

Para atlet difabel itu diberikan kesempatan luas untuk berprestasi. Kini, olahraga bagi kaum difabel tak sekadar rekreasi. Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVII Solo 2024 yang berakhir pada 13 Oktober lalu menjadi pelengkap rangkaian upaya tersebut.

Ketua Umum National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) Senny Marbun mengatakan, Presiden Jokowi sebagai tokoh penting dalam kebangkitan olahraga disabilitas nasional.

“Presiden Jokowi mensejajarkan kita dengan saudara-saudara non-difabel,” ujar Senny saat menutup Peparnas XVII Solo, Minggu (13/10/2024).

Upaya eks Wali Kota Solo itu membuat prestasi olahraga disabilitas nasional meningkat selama 10 tahun terakhir. Hal itu bisa dilihat dari sejumlah pencapaian gemilang Indonesia dalam ajang olahraga disabilitas.

Baca juga : Dapat 3 Ketua Komisi Dan 17 Wakil Ketua Komisi, Golkar Dominan Di Senayan

Indonesia menjadi juara umum tiga edisi ASEAN Para Games secara beruntun pada 2017, 2022 dan 2023.

Pada 2023, Indonesia meraup total 401 medali, yang terdiri 159 emas, 148 perak dan 94 perunggu.

Kemudian, pada Asian Para Games 2018, Indonesia yang menjadi tuan rumah sukses menempati peringkat kelima klasemen perolehan medali.

Selanjutnya, dalam Paralimpiade Paris 2024, Indonesia berhasil mengumpulkan 14 medali, yang terdiri dari 1 emas, 8 perak, dan 5 perunggu.

Jumlah tersebut melebihi target pemerintah, yakni 1 emas, 2 perak, dan 3 perunggu. Jumlah medali ini merupakan terbanyak sepanjang masa keikutsertaan Indonesia dalam Paralimpiade.

Baca juga : Peparnas 2024 Jadi Yang Terbaik Sepanjang Sejarah

Sebelum itu, pada Paralimpiade Tokyo 2020, Indonesia mengantongi sembilan medali dengan dua medali emas.

“Patut bersyukur olahraga difabel kita mengalami perkembangan yang spektakuler,” kata Senny.

Salah satu bentuk keseriusan Pemerintah dalam meningkatkan kualitas atlet dengan membuat pusat pelatihan atlet paralimpiade di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Peletakan batu pertama fasilitas itu dilakukan Presiden Jokowi pada 8 Maret 2024. Pada Agustus 2024, kemajuan pembangunan pusat pelatihan itu mencapai 40 persen. Tahap pertamanya ditargetkan selesai Desember 2024.

“Dengan fasilitas itu, para atlet NPCI diharapkan dapat bersaing di kompetisi internasional,” harap Senny.

Baca juga : AHY: Dikasih Arahan Geopolitik-Geoekonomi

Menurut Senny, para atlet difabel merasa sangat terharu ketika Jokowi purnatugas dari jabatannya sebagai Presiden.

“Kami dan anak cucu tidak akan pernah melupakan semuanya,” ucap Senny.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.