Dark/Light Mode

Menteri Karding Berencana Hapus PMI ART

Selasa, 5 November 2024 21:02 WIB
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding usai melakukan pertemuan Menko Pemberdayaan Masyarakat (Pemmaa) Muhaimin Iskandar di Kantor Kemenko Pemmas, Jakarta Pusat, Selasa (5/11/2024). Foto: Istimewa
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding usai melakukan pertemuan Menko Pemberdayaan Masyarakat (Pemmaa) Muhaimin Iskandar di Kantor Kemenko Pemmas, Jakarta Pusat, Selasa (5/11/2024). Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding, berencana mengurangi pekerja migran Indonesia (PMI) yang bekerja sebagai pekerja rumah tangga.

Hal tersebut untuk meningkatkan skil para PMI, dan mengurangi eksploitasi di sektor domestik.

"Intinya bahwa seluruh pekerja itu, terutama pekerja-pekerja domestik ini, mulai kita kurangi," kata Menteri Karding usai melakukan pertemuan Menko Pemberdayaan Masyarakat (Pemmaa) Muhaimin Iskandar di Kantor Kemenko Pemmas, Jakarta Pusat, Selasa (5/11/2024).

Menurut Karding, pengurangan PMI dibidang domestik akan dilakukannya secara bertahap.

Baca juga : Menteri Karding Minta PMI Jaga Sikap Di Negara Penempatan

"Tidak langsung. Kita tahu selama ini pekerja migran yang banyak mengalami eksploitasi adalah pekerja migran Indonesia yang bekerja rumah tangga, kita tidak mau ada lagi seperti ini," ujarnya.

Karding menjelaskan Kementerian Perlindungan PMI hendak memperbanyak PMI yang memiliki kemampuan di bidang kejuruan.

"Kita akan perbanyak yang pekerja yang skill atau high skill. Yang low skill, kita kurangi sedikit, pelan-pelan," ungkapnya.

Dia meyakini, Pemerintah dapat menjalankan rencana tersebut. Karding kemudian mengacu pada Filipina yang mampu mendapatkan devisa pekerja migran hingga 20 persen dari pendapatan negara.

Baca juga : Duet Karding Dan Gus Ipul Didik PMI Jadi Wirausahawan

"Kalau lihat Kementerian Pekerja Migran Filipina, mereka bisa mendapatkan 20 persen devisa negara, pendapatan negara, itu dari pekerja migran," imbuhnya.

Karding meyakini SDM Indonesia bisa menyanyingi Filipina. Hal tersebut terbukti dengan banyaknya PMI di negara penempatan bisa bersaing dengan negara lain.

"Nah kita negara besar, punya sumber daya yang bagus, masa kita tidak bisa mengikuti Filipina," tutur Karding.

Selain itu, Karding juga menyampaikan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menguatkan perlindungan PMI.

Baca juga : Pengembangan Jargas Bisa Kurangi Beban Subsidi

"Pak Prabowo selalu memberikan arahan untuk melindungi pekerja kita yang ada di luar negeri, oleh karena kita bertahap memperbaiki sistem untuk menguatkan perlindungan kepada pekerja kita," tandasnya.

Di tempat yang sama, Menko Pemberdayaan Masyarakat (Pemmas) Muhaimin Iskandar mengeklaim jumlah PMI pekerja domestik lebih banyak daripada PMI yang memiliki kemampuan lebih.

Pria akrab dipanggil Cak Imin itu ingin agar PMI domestik dan PMI berkemampuan lebih memiliki jumlah yang sama. Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan pertemuannya dengan Menteri P2MI.

"Tentu ini kerja bareng yang di kantor kementerian ini akan melibatkan banyak pihak, banyak kementerian, termasuk di dalamnya kegiatan-kegiatan vokasi yang menjadi konsetrasi Kementerian Pendidikan," katanya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.