Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Gandeng Pengusaha, Menteri Ara Ingin Bangun Rusun Tanpa APBN Di Johar Baru
Senin, 11 November 2024 21:12 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) akan menggandeng sejumlah pengusaha untuk membangun tiga tower rumah susun (Rusun) setinggi 4 lantai dengan kapasitas 12 kepala keluarga.
Rusun ini akan dibangun seperti pembangunan rusun ramah lingkungan milik Yayasan Buddha Tzu Chi di Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat. Rusun ini akan dibangun tanpa menggunakan dana APBN.
Hal itu dikatakan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait usai meninjau proses bedah rumah salah satu warga di Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat, Senin (11/11).
Baca juga : Saldo QRIS UMKM Tertahan, Menteri Maman Turun Tangan
"Kami akan bangun tiga tower Rusun untuk masyarakat yang memang benar-benar membutuhkan. Rusun sama persis seperti Rusun Buddha Tzu Chi yang sudah ada sebelumnya," ujar Menteri dari Partai Gerindra ini.
Menurutnya, bangunan Rusun ramah lingkungan yang dibangun Yayasan Buddha Tzu Chi sangat baik dan bisa dilaksanakan di kawasan yangpadat penduduk. Konsep sederhana yang ditawarkan adalah masyarakat yang memiliki tanah dan tinggal berdekatan diberi bantuan Rusun. Masing-masing kepala keluarga kemudian dipindahkan sementara dan dibangun Rusun di atas tanah yang ada.
Setiap kepala keluarga akan mendapatkan unit hunian berdasarkan luas tanah yang dimiliki dan mendapatkan fasilitas yang cukup memadai dan layak huni.
Baca juga : Di Hadapan AHY, Menteri Ara Siap Bangun 2 Rusun di Papua Pegunungan
"Kalau bisa Rusun yang dibangun lebih rapi dan layak huni serta memiliki ventilasi udara yang baik," katanya.
Pada kesempatan itu, Menteri PKP juga menekankan bahwa dana pembangunan Rusun tidak akan menggunakan dana APBN. Hal itu karena anggaran perumahan Kementerian PKP sangat minim dan terbatas sehingga dirinya lebih baik mendorong semangat gotong royong dari para pengusaha dan masyarakat yang diberi rejeki lebih untuk membantu masyarakat yang memang benar-benar tidak mampu dan rumahnya tidak layak huni.
"Dananya dari mana? Non APBN. Semuanya harus gotong royong membangun rumah rakyat. Saya juga mengajak teman-teman pengusaha dan siapa pun yang merasa terpanggil. Jadi dananya Non APBN, tanahnya punya rakyat, sertifikat alas haknya punya rame-rame bangunannya Rusun," terangnya.
Baca juga : Terima Dubes Australia, Menteri Meutya Hafid Bahas Rencana Aksi Kemitraan Digital
Berdasarkan pengamatan di lapangan, Menteri PKP langsung meminta timnya dan meminta Camat Johar Baru dan RW setempat untuk membuat grup Whatsapp agar koordinasi dapat dilakukan secara cepat. Selain itu, juga meminta dilakukan pendataan warga yang dibantu berdasarkan skala prioritas.
"Pertama yang kami lakukan adalah minta Camat dan RW untuk memiliki data warga yang akan dibantu berdasarkan skala prioritas. Kedua tempat pembangunan tiga tower Rusun dimana biar ditentukan," katanya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya