Dark/Light Mode

BPJS Kesehatan Dan Bappenas Sinergi Kawal Pembangunan Berkelanjutan

Selasa, 12 November 2024 09:23 WIB
Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron kanan bersama Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudi, setelah menandatangi Nota Kesepahaman (MoU) di Jakarta, Senin (11/11/2024). Foto: Istimewa
Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron kanan bersama Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudi, setelah menandatangi Nota Kesepahaman (MoU) di Jakarta, Senin (11/11/2024). Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Sebagai upaya meningkatkan kolaborasi penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) serta mendukung tercapainya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (TPB/SDGs), Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas dan BPJS Kesehatan tandatangani Nota Kesepahaman (MoU), di Jakarta, Senin (11/11/2024).

Adapun ruang lingkup kerja sama terdiri dari pertukaran, pemanfaatan data, dan informasi. peningkatan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia melalui kajian dan penelitian dalam penyusunan perencanaan pembangunan dan analisis data program JKN. Serta pelaksanaan pemantauan dan evaluasi capaian TPB/SDGs dan pembangunan nasional.

BPJS Kesehatan, sebagai penyelenggara program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), berada dalam posisi strategis pada transformasi sosial dibidang pelayanan kesehatan nasional.

"JKN juga berkontribusi positif pada peningkatan pertumbuhan ekonomi, penurunan kemiskinan, serta peningkatan kualitas SDM sebagaimana hasil kajian yang dilakukan oleh LPEM FEB UI dan BPJS Kesehatan," jelas Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy.

Baca juga : Kolaborasi BPJS Kesehatan dan Bappenas Luncurkan Buku Tabel Morbiditas

Transformasi sosial merupakan salah satu misi dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045. Fokus awal dari transformasi sosial ialah pemenuhan layanan dasar, layanan kesehatan salah satunya.

Lebih lanjut Rachmat menjelaskan bahwa dengan kerjasama ini, kedua belah pihak dapat melakukan optimalisasi penyelenggaraan Program JKN.

"Kita dapat memantau bersama perkembangan, capaian implementasi Universal Health Coverage (UHC) pada periode akhir SDGs 2030, serta mendukung perencanaan kebijakan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2025-2029," Tutup Rachmat.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron berharap, melalui kerja sama yang terjalin, BPJS Kesehatan dapat turut berperan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara inklusif dan merata di Indonesia sesuai dengan tujuan SDG3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui program JKN.

Baca juga : PGN Dan BPH Migas Masifkan Pembangunan Jargas Nasional

"Kita ketahui saat ini, Indonesia sudah mencapai UHC, dengan telah tercapainya cakupan kepesertaan mencapai lebih dari 98 persen dari penduduk Indonesia," ujar Ghufron.

Melalui capaian UHC, penduduk Indonesia akan terjamin terlindungi dari risiko keuangan, akses ke layanan perawatan kesehatan esensial yang berkualitas, akses obat-obatan serta kebutuhan vaksin yang aman, efektif, berkualitas dan terjangkau.

Masih dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan peluncuran buku Tabel Morbiditas Penduduk Indonesia Volume 1. Buku ini merupakan Buku Ketiga dari “Tabel Mortalitas dan Morbiditas Penduduk Indonesia”.

Buku Pertama adalah Buku Pengantar; Buku Kedua adalah “Tabel Mortalitas Penduduk Indonesia”. Ketiga serial buku ini membentuk satu kesatuan yang menyajikan informasi komprehensif mengenai tingkat mortalitas dan morbiditas di Indonesia.

Baca juga : Direktur Puskepi: Pembangunan Terminal LPG Tuban Harus Didukung

Organisasi kesehatan dunia World Health Organitation (WHO) mendorong dan merekomendasikan agar setiap negara memiliki data kesehatan yang komprehensif, seperti data mortalitas dan morbiditas.

Sebagai upaya meningkatkan sistem kesehatan dan mencapai UHC sesuai dengan target SDG3.

Direktur Perencanaan dan Pengembangan BPJS Kesehatan Mahlil Ruby menjelaskan, data morbiditas dalam buku ini tidak hanya berfungsi sebagai referensi statistik tetapi juga sebagai alat penting dalam perencanaan layanan kesehatan dan estimasi kebutuhan finansial Program JKN dalam jangka menengah dan jangka panjang.

"Semoga buku ini dapat memberikan sumbangsih dan menjadi referensi yang dapat dimanfaatkan dengan baik di Indonesia maupun dunia internasional," harapnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.