Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Kemenkop Targetkan Naik Kelas Jadi Kementerian Level 2
Rabu, 13 November 2024 22:55 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop), Ferry Juliantono menargetkan, Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop) statusnya naik menjadi kementerian tingkat 2.
Rencana ini disampaikan sebagai bagian dari komitmen pemerintah untuk mendukung pertumbuhan koperasi yang lebih modern di era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
“Bersama Menteri Koperasi Pak Budi Arie, kami ingin meningkatkan status Kemenkop. Saat ini, status kami berada di tingkat 3, sehingga kewenangan dan anggaran terbatas. Padahal, Kemenkop belum memiliki perwakilan di daerah, yang seharusnya penting bagi pengembangan koperasi,” ujarnya dalam acara Rapat Koordinasi dan Evaluasi Mitra Pembiayaan Syariah LPDB-KUMKM di Yogyakarta, Rabu (15/11/2024).
Baca juga : Trantibumlinmas Jadi Aspek Penting dalam Perhelatan Pilkada Serentak 2024
Kemenkop secara resmi telah mengajukan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) serta anggaran untuk mendukung perubahan status tersebut. “Jika anggaran dan kewenangan kami naik ke tingkat 2, otomatis kontribusi LPDB juga akan meningkat, khususnya dalam pembiayaan syariah yang diharapkan semakin bermanfaat bagi koperasi,” tambahnya.
Menurut Ferry, pemerintahan baru ini menjadi momentum bagi Kemenkop untuk membawa koperasi kembali ke khittah-nya sebagai soko guru ekonomi nasional. “Kami di Kemenkop memiliki program 100 hari yang berfokus pada rebranding koperasi, pembenahan tata kelola, dan inovasi lainnya,” ujarnya.
Dalam rebranding koperasi, Ferry menggarisbawahi bahwa koperasi tidak hanya sebatas usaha kecil. “Kami ingin LPDB tak hanya memberikan pembiayaan pada simpan pinjam, tetapi juga sektor riil, sehingga koperasi dapat berkembang ke sektor industri,” ujarnya.
Baca juga : BPJS Ketenagakerjaan Kelapa Gading Gencarkan Penggunaan Aplikasi JMO
Ferry juga mengungkapkan rencana Kemenkop untuk mendorong lahirnya bank koperasi melalui pengembangan LPDB-KUMKM. “Kami berharap LPDB dapat menjadi lembaga pembiayaan sebesar lembaga keuangan lainnya,” ujarnya.
Tidak hanya itu, Kemenkop turut berkomitmen menghidupkan koperasi di kalangan generasi muda dan sekolah, sebagai langkah meningkatkan kesadaran koperasi sejak dini. Dengan landasan konstitusi dan filosofi yang kuat, Ferry yakin koperasi bisa menjadi soko guru perekonomian nasional.
“Kami berkomitmen meningkatkan aset koperasi secara bertahap hingga mencapai Rp 1.500 triliun. Kunci utamanya adalah modernisasi tata kelola koperasi,” jelasnya.
Baca juga : Wamenaker Tegaskan Negara Komitmen Sejahterakan Pekerja
Ia menambahkan, Kemenkop juga tengah membangun integrasi data koperasi seluruh Indonesia, sehingga pengawasan dapat dilakukan melalui satu aplikasi. Inisiatif ini diharapkan menjadi langkah strategis menuju digitalisasi koperasi di Indonesia.
Ferry juga mencetuskan gagasan tentang sarjana penggerak koperasi untuk membantu modernisasi koperasi. “Kami ingin alumni sekolah atau institusi koperasi aktif dalam mengembangkan koperasi yang lebih modern dan maju,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya