Dark/Light Mode

LAN Ciptakan Learning Ecosystem Untuk ASN Profesional

Senin, 18 November 2024 19:14 WIB
Foto: Ist.
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah dihadapkan pada tantangan global megatrend 2050. Mempersiapkan hal tersebut, butuh cara dan strategi untuk menyiapkan ASN dengan kompetensi baru yang sesuai dengan kemajuan teknologi informasi.

Kenyataannya, pengembangan kompetensi saat ini belum optimal. Sebab, setiap instansi Pemerintah masih melakukannya secara sendiri-sendiri atau fragmented, sehingga menciptakan egosystem di setiap instansi pemerintah.

Sebab itu, butuh sebuah terobosan yang berfokus pada kolaborasi pembelajaran yang terintegrasi dengan membuat sebuah ecosystem pembelajaran bagi pengembangan kompetensi ASN.

Hal ini diungkapkan Plt Lembaga Administrasi Negara (LAN) Muhammad Taufiq, saat memberikan sambutan dan laporan kegiatan National Future Learning Forum (NFLF) 2024 yang diselenggarakan di Auditorium Makarti Bhakti Nagari, ASN Corporate University, Senin (18/11/2024).

Taufiq menjelaskan, melalui Learning Ecosystem, pengembangan kompetensi akan dilakukan secara kolaboratif dan terintegrasi serta berorientasi pada pembelajaran yang mampu memacu untuk melakukan inovasi.

Ekosistem pembelajaran juga akan lebih berfokus pada learner untuk dapat mengembangkan desain pembelajaran dan konten-konten pembelajaran sesuai dengan kebutuhannya.

"Undang-Undang ASN menegaskan, setiap ASN memiliki kewajiban mengembangkan kompetensi melalui pembelajaran kolaboratif dengan mengintegrasikan penyedia program pengembangan kompetensi, baik sektor Pemerintah dan swasta untuk menciptakan platform ekosistem digital pengembangan kompetensi," ujar Taufiq.

Baca juga : Tiba Di Dairi, Kaesang Berkampanye Untuk Paslon Jogima

LAN akan berkolaborasi dan memperluas ekosistem pembelajaran. Mulai dari sisi provider, yakni penyedia pengembangan kompetensi baik dari sektor Pemerintah maupun swasta.

Dari sisi user, yakni memberikan akses one stop service melalui platform pembelajaran, dan terakhir dari sisi enabler.

"Tahun depan LAN juga akan menyelenggarakan National Coach Network. Di mana para alumni Pelatihan Kepemimpinan Nasional tingkat I dan II, serta para pimpinan korporasi untuk menjadi coach bagi para ASN dalam menghadapi tantangan 2050 dengan penuh optimis," kata Taufiq.

Menyikapi hal tersebut, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Rini Widyantini mengapresiasi LAN yang telah berkolaborasi lintas sektor untuk mengembangkan sistem pembelajaran yang terintegrasi dalam rangka mengakselerasi dan meningkatkan kapasitas ASN di Tanah Air.

Melalui kegiatan NFLF, Rini berharap, LAN dapat merancang tata kelola pembelajaran yang inovatif dan berbasis teknologi untuk pencapaian program prioritas pembangunan nasional.

Selain juga pembelajaran ini mampu membentuk karakter dan budaya kerja ASN yang unggul produktif, profesional, dan berintegritas.

"Forum ini dapat memperkuat dan menginisiasi program percontohan kolaborasi lintas sektor untuk membangun ekosistem pembelajaran yang inklusif dan berkelanjutan yang dapat diakses oleh ASN sampai di daerah terpencil,” harap Rini.

Baca juga : BUMN Siapkan Aset Mandiri Untuk Kantor Danantara

Dalam kesempatan tersebut, LAN juga memberikan apresiasi berupa penyerahan Piagam Apreasiasi kepada lima instansi yang ditetapkan sebagai Center of Excellence.

Penetapan ini merupakan “kick off” tata kelola center of excellence yang juga merupakan bagian dari ekosistem pengembangan kompetensi ASN.

Pusat unggulan ini akan menjadi leading agency dalam membina substansi teknis dalam rangka pemenuhan Kompetensi Jabatan dan prioritas nasional di bidangnya.

Adapun lima instansi tersebut. Pertama, Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Pengadaan Barang/Jasa Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

Kedua, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Pusat Pelatihan Pertanian.

Ketiga, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Kementerian Pertanian.

Keempat, Direktorat Peningkatan Mutu Tenaga Kesehatan Kementerian Kesehatan.

Baca juga : Bos TMMIN: Nggak Ada Solusi Tunggal Untuk Net Zero Emission

Kelima, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Manusia Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Acara dilanjutkan dengan Talkshow yang menghadirkan narasumber Kepala Pusat Pembinaan Program dan Kebijakan Pengembangan Kompetensi ASN Erna Irawati, Head of Policy Advocacy Tanoto Foundation Eddy Henry.

Kemudian, Chairman of Steering Committee Gerakan Nasional Indonesia Kompeten (GNIK) Yunus Triyonggo, Policy Lead Pijar Foundation Anthony Marwan, CEO goKampus Lie Nathanael Santoso.

Juga, Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi ASN Kementerian Kesehatan Dwi Meilani dan dimoderatori oleh Nina Melinda.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.