Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Arfi-Yena Janjikan Kartu Bandung Sehat Untuk Akses Kesehatan Rakyat
Senin, 28 Oktober 2024 12:24 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Semua warga Kota Bandung berhak mendapat layanan kesehatan terbaik.
Hal tersebut disampaikan pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung nomor urut 4, Arfi Rafnialdi dan Yena Iskandar Ma’soem saat melihat pemeriksaan kesehatan gratis warga yang diselenggarakan oleh Relawan Bandung Lautan Arfi (Balad) di Lapangan RW 01, Kelurahan Suka Asih, Kota Bandung, Minggu (27/10/2024).
Dalam rangka mewujudkan visi ini, Arfi dan Yena menawarkan program kesehatan baru bernama Kartu Bandung Sehat.
Baca juga : Mulai Berani Saling Serang, Ujungnya Tetap Rangkulan
Program ini bertujuan menjamin layanan kesehatan berkualitas bagi seluruh warga Bandung dengan biaya minimal, bahkan gratis, khususnya bagi warga berpenghasilan rendah. Dengan adanya Kartu Bandung Sehat, diharapkan kesejahteraan masyarakat meningkat dan ketahanan kesehatan publik makin kokoh.
Arfi mengungkapkan, saat ini cakupan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kota Bandung mencapai 99,21 persen dari total penduduk, sebuah capaian yang telah menempatkan Bandung dalam kategori Universal Health Coverage (UHC) tinggi. Namun, Arfi meyakini, Kartu Bandung Sehat akan memberi akses kesehatan lebih luas dan terjangkau bagi seluruh warga, melengkapi JKN yang sudah ada.
“Menguatkan cakupan layanan kesehatan melalui JKN di Bandung, kami siap meluncurkan Kartu Bandung Sehat. Program ini mencakup akses layanan dasar hingga lanjutan, khususnya bagi warga kurang mampu yang tidak terlindungi JKN atau asuransi kesehatan komersial,” ujar Kang Arfi
Baca juga : Pelayanan Transportasi yang Berkeselamatan
Layanan kesehatan dasar hingga lanjutan yang ditawarkan meliputi pemeriksaan rutin, pengobatan, rawat inap, dan akses terhadap obat-obatan, mengurangi beban biaya tambahan bagi warga.
Apabila terpilih, pasangan Arfi-Yena berkomitmen bekerja sama dengan jaringan puskesmas dan rumah sakit daerah di Bandung, dengan Dinas Kesehatan sebagai pengelola. Digitalisasi juga akan diterapkan untuk mempermudah proses pendaftaran dan pelacakan layanan kesehatan.
“Kartu Bandung Sehat memungkinkan akses kesehatan yang lebih cepat dan mudah, mengurangi beban finansial keluarga, serta meningkatkan pencegahan dan deteksi dini penyakit. Melalui sistem rujukan yang lebih efisien, program ini juga akan mengurangi waktu tunggu di fasilitas kesehatan,” tambah Kang Arfi.
Baca juga : Pemerintah Luncurkan Program Cetak Sawah Perkuat Ketahanan Pangan
Dengan total penduduk Kota Bandung mencapai 2,57 juta jiwa pada 2023, dan sekitar 65 persen berada di usia produktif, Arfi menilai tingginya kebutuhan akan layanan kesehatan yang efektif dan merata. Kartu Bandung Sehat diharapkan juga mampu memenuhi kebutuhan warga di daerah sulit jangkau.
Program ini diproyeksikan sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat kesehatan kota. “Kartu Bandung Sehat akan membantu mewujudkan UHC sampai ke level lokal, agar setiap wilayah di Bandung mencapai standar kesehatan optimal,” pungkas Kang Arfi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya