Dark/Light Mode
Eksklusif Dengan Menko PMK Pratikno
Presiden Ingin Demokrasi Yang Bisa Dirasakan Rakyat
Sebelumnya
Kemenko PMK mengkoordinasikan penanganan stunting. Bagaimana target penurunan angka stunting dalam 1, 2, dan 3 tahun ke depan?
Penanganan stunting menjadi salah satu prioritas utama pemerintah, baik pada era Pak Jokowi maupun Presiden Prabowo. Upaya menurunkan prevalensi stunting akan terus dilakukan secara maksimal.
Saat ini, data prevalensi terbaru untuk tahun 2024 belum tersedia karena masih menunggu hasil Survei Status Gizi Indonesia yang dipimpin oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Namun, Kementerian PPN/Bappenas telah menetapkan baseline target dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, berupa angka prevalensi stunting sebesar 18,8 persen pada tahun 2025.
Penanganan stunting ini harus komprehensif dan disinergikan antar Kementerian/Lembaga, serta lintas sektor. Soalnya, stunting tidak semata-mata disebabkan oleh isu kesehatan seperti kurangnya asupan gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita. Tetapi juga melibatkan faktor non kesehatan seperti sanitasi yang tidak memadai.
Baca juga : Gibran: Jangan Terpecah Karena Perbedaan Politik
Karena itu, perlu intervensi non kesehatan seperti perbaikan sanitasi lingkungan perumahan yang melibatkan Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Kemudian mencegah pernikahan usia dini. Serta pengentasan kemiskinan, agar akses terhadap kualitas makanan bergizi dan layanan kesehatan semakin terbuka.
Kemenko PMK akan menjadi koordinator dalam upaya lintas kementerian, baik di tingkat pusat maupun daerah, untuk memastikan semua intervensi berjalan efektif. Kami akan kerja keras untuk menurunkan angka stunting semaksimal mungkin. Tidak hanya sinergi horizontal antar Kementerian/Lembaga, tetapi juga sinergi vertikal dari pusat hingga desa. Termasuk, pemanfaatan instrumen digital untuk mendukung pelaksanaan program.
Kerja sama dengan sektor swasta juga sangat penting untuk penanganan jangka pendek, terutama dalam membantu keluarga miskin mendapatkan bantuan sosial. Bantuan sosial menjadi sesuatu yang juga diperlukan untuk menurunkan stunting.
Bagaimana model koordinasi dengan Pemprov dan Pemkab dalam menangani stunting?
Baca juga : Irma Suryani Chaniago: Sekitar 4-5 Persen, Karena Perusahaan Sedang Sulit
Saat ini, kami melihat sudah ada sejumlah praktik baik dengan memanfaatkan teknologi digital. Jadi beberapa daerah sudah bisa melakukan pendataan by name by address secara akurat mengenai bukan saja ibu hamil, ibu menyusui, anak di bawah 2 tahun, anak di bawah 5 tahun, tetapi juga kondisi lingkungan dan ekonomi keluarga. Dengan pendataan ini langkah intervesi lebih terarah.
Pendataan digital ini sebenarnya bisa dilakukan dengan teknologi geotagging. Teknologi ini memungkinkan penandaan geospasial wilayah-wilayah dengan kasus stunting. Dengan data ini, kita dapat mendorong berbagai pihak, seperti Kementerian PU, Pemprov, dan Pemkab/Pemkot untuk mengalokasikan program penanganan yang sesuai. Misalnya, jika di suatu desa ditemukan kasus stunting yang disebabkan oleh masalah sanitasi, maka fokus program di wilayah tersebut akan diarahkan pada perbaikan sanitasi.
Saya yakin, pendekatan komprehensif ini akan lebih mudah diterapkan dengan pemanfaatan teknologi digital, meskipun isunya cukup kompleks. Kami optimis ini bisa dilakukan lebih baik.
Kalau boleh tahu, sudah sampai mana penggunaan teknologi geotagging ini?
Baca juga : Muzani Ajak Rakyat Guyub
Kami telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Badan Informasi Geospasial (BIG) untuk mendukung pemetaan wilayah. Selain itu, kami juga melakukan konsolidasi data dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), serta instansi lain. Data ini nantinya akan dikaitkan dengan informasi dari Badan Pangan Nasional (Bapanas), Badan Gizi Nasional, dan Kementerian Pertanian (Kementan), sehingga penanganan stunting bisa dilakukan secara terpadu.
Saat ini, Presiden Prabowo juga memiliki program Makan Bergizi Gratis yang mulai diujicobakan di sejumlah sekolah. Program ini nantinya juga akan diperluas hingga menjangkau posyandu, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Program Makan Bergizi Gratis akan bersinergi dengan upaya penurunan prevalensi stunting, dan memberikan kontribusi besar dalam jangka panjang.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.