Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Menag-Menhaj Saudi Bertemu di Masjidil Haram, Bahas Haji dan Pemberdayaan Umat
Senin, 25 November 2024 13:44 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Agama (Menag) Prof KH Nasaruddin Umar bertemu Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq F Al Rabiah, di Masjidil Haram, Makkah, Minggu (24/11/2024) malam. Keduanya membahas banyak persoalan, mulai dari persiapan Haji 1446 H/2025 M hingga pemberdayaan umat.
Hadir pula dalam pertemuan terbatas itu: Kepala Badan Penyelenggara Haji Muchammad Irfan Yusuf, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Hilman Latief, Dubes RI di Saudi Abdul Aziz, Konjen RI di Jeddah Yusron Ambary, dan Konsul Haji KJRI Jeddah, Nasrullah Jasam.
"Alhamdulillah kami diterima dengan baik di Masjidil Haram. Ternyata di Masjidil Haram itu ada tempat pertemuan yang sangat luar biasa," ujar Menag, seperti keterangan yang diterima redaksi, Senin (25/11/2024).
Menag menjelaskan, pertemuannya dengan Menteri Tawfiq berlangsung sangat akrab, lengkap dengan jamuan makan malam. Diskusi berlangsung cukup panjang, lebih dari satu jam.
"Kita membicarakan banyak hal, antara lain beliau meminta Kementerian Agama (Kemenag) untuk lebih siap menghadapi haji mendatang. Sebab, akan ada penyempurnaan-penyempurnaan," paparnya.
Saat ini, lanjut Menag, sudah ada Badan Penyelenggara Haji yang memberikan bantuan yang sangat signifikan terhadap penyempurnaan pelaksanaan ibadah haji Indonesia.
Baca juga : Aminudin Aziz: Perpustakaan Harus Punya Fungsi Pemberdayaan Masyarakat
Berikut tujuh butir penting yang dibicarakan Menag dan Menhaj Saudi:
Pertama, Menag meminta agar jemaah haji Indonesia tidak menempati kawasan Mina Jadid saat mabit (bermalam) di Mina. "Alhamdulillah itu diapresiasi," ucap Menag.
Kedua, Menag meminta penambahan jumlah petugas. Menurutnya, banyak jemaah Indonesia yang lanjut usia saat beribadah haji. Diperlukan petugas yang memadai untuk memberikan pendampingan dan pelayanan, termasuk dari unsur dokter dan tenaga medis kesehatan.
"Kami mohon petugas haji ditambah, minimal dipertahankan seperti haji tahun lalu dengan segala konsekuensinya, karena kami perlu pelayan jemaah haji yang sudah banyak berumur," ucap Menag.
Menurut Menag, Menteri Haji akan mempertimbangkan permintaan ini, mengingat Pemerintah Saudi berencana mengurangi 50 persen dari total kuota petugas. “Mudah-mudahan perjuangan kita berhasil,” lanjut Menag.
Ketiga, Menag dan Menteri Haji Saudi berdiskusi tentang skema murur (mabit di Muzdalifah tanpa turun dari bus bagi lansia dan disabilitas). Menag melihat, skema murur, jika diperbolehkan fatwa MUI, akan lebih melancarkan pergerakan jemaah haji.
Baca juga : Ketemu Menhan AS, Prabowo Bahas Kerja Sama Pertahanan
Keempat, diskusi tentang Dam (denda memotong kambing untuk haji tamattu/melaksanakan umrah dahulu baru haji). Menag menyampaikan, di Indonesia, ada kajian bahwa Dam boleh dilaksanakan di Indonesia. Artinya, kambing Dam dipotong di Indonesia, dan dagingnya didistribusikan ke warga Indonesia.
"Kata Menteri Haji, tergantung. Kalau misalnya pertimbangan ulama setempat menganggap itu boleh, Saudi tidak ada masalah. Malah lebih ringan: mengurangi beban Saudi dan menambah manfaat bagi masyarakat Indonesia," terang Menag.
Kepada Menhaj Tawfiq, Menag sempat menanyakan apakah ada negara yang menerapkan Dam seperti itu? Menhaj Saudi menjelaskan, ada, tapi secara sporadis, termasuk Turki juga banyak melaksanakan hal yang sama.
Kelima, Tanazul (kembali ke hotel saat mabit di Mina). Isu ini juga dibahas dalam pertemuan Menag dan Menhaj. Menteri Tawfiq, kata Menag, menjelaskan bahwa kebijakan Tanazul diserahkan ke Indonesia.
"Kalau memang itu lebih siap, sebetulnya lebih bagus, melonggarkan pergerakan di Mina," ucap Menag.
Keenam, terkait maskapai penerbangan. Keduanya mendiskusikan kemungkinan penggunaan Garuda dan Saudia, serta maskapai lain sebagai alternatif. "Ini kita akan diskusikan lebih lanjut," ucap Menag.
Baca juga : Mensesneg: Lapor Mas Wapres Bagus, Presiden Tidak Keberatan
Ketujuh, Menteri Tawfiq mengimbau Indonesia segera menandatangani kontrak layanan hotel jika ingin mendapat lokasi lebih dekat, khususnya ke Masjid Nabawi di Madinah. Perlu lebih cepat karena pendekatannya adalah first come first served, siapa cepat akan dapat layanan lebih awal.
Pemberdayaan Umat
Pertemuan Menag dan Menhaj Saudi di Masjidil Haram tidak hanya membahas urusan haji. Keduanya juga membincang masalah pemberdayaan umat. Menag mengaku punya pandangan yang sama dengan Menhaj Tawfiq berkenaan perlunya upaya mengangkat harkat dan martabat umat Islam, bukan saja di Indonesia dan Saudi Arabia tapi juga dunia Islam.
Kepada Menteri Tawfiq, Menag usul agar dibangun Museum Hadits di Masjid Istiqlal, seperti yang ada di Madinah. "Menhaj bertanya, ada tidak space untuk dibangun? Saya bilang ada dan lengkap,” ujar Menag.
"Dalam waktu dekat ini, insya Allah beliau akan melakukan pendekatan-pendekatan, kemungkinan untuk kita membuka Museum Hadits di Istiqlal," sambungnya.
Selain Makkah, Menag juga akan melakukan kunjungan kerja ke Madinah. Menhaj Tawfiq meminta Menag untuk mengunjungi beberapa tempat penting di Kota Nabi. Menhaj Tawfiq bahkan langsung menghubungi sejumlah pihak terkait di Madinah.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya