Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
TapakSiapi Gagas Pemanfaatan AI untuk Penyuluhan Antikorupsi
Selasa, 10 Desember 2024 23:37 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Dalam rangkaian Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2024, Temu Aksi Penyuluh Antikorupsi dan Ahli Pembangunan Integritas (TapakSiapi) diisi dengan 7 kelas penguatan yang berlangsung di Hotel Royal Kuningan, Jakarta, Selasa (10/12/2024).
Salah satu kelasnya adalah Kelas Pemanfaatan Teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam Penyuluhan.
Kelas ini menghadirkan narasumber praktisi media dan Editor Good News From Indonesia (GNFI), Akhyari Hananto.
Akhyari memulai kelas dengan menjelaskan soal AI, manfaatnya bagi manusia, perkembangannya, dan yang bisa dilakukan AI dalam membantu penyuluh antikorupsi.
Dia menyatakan, saat ini, semua orang menggunakan AI. Di Indonesia, sebagian besar juga sudah menggunakan AI. Paling tidak, levelnya Chat GPT gratis.
Baca juga : Pemerintah Gencarkan Pendekatan One Health Untuk Tekan Resistensi Antimikroba
"Jika tidak menggunakan AI, kita ketinggalan zaman, kehilangan kesempatan dan semakin tidak relevan dengan dunia digital,” tuturnya.
Akhyari menyampaikan, Generative AI adalah hal yang dapat dipelajari, dengan fokus pada Chat GPT, Gemini, DALL-E dan aplikasi lainnya sesuai kebutuhan penyuluh.
Dari beberapa aplikasi itu, ia menilai Aplikasi Chat GPT cukup mumpuni untuk memenuhi kebutuhan penyuluh dalam menulis apa saja bahkan dalam membuat buku dan gambar.
“Chat GPT ini bisa melakukan banyak hal seperti menulis bahkan membuat buku dan gambar. Hanya saja belum bisa membuat video. Plusnya lagi, aplikasi ini juga multi user,” terang Akhyari di depan 129 peserta kelas.
Selain memaparkan keunggulan AI, Akhyari juga menyampaikan tantangan AI, terutama tantangan hukum dan persoalan etis AI serta dampak sosialnya bagi manusia dan masyarakat.
Baca juga : Kemenko PMK Ajak Generasi Muda Tingkatkan Literasi Antikorupsi
Peserta dari Ketua Bidang Humas dan IT Komunitas Penyuluh Antikorupsi Ahli Pembangunan Integritas (KOMPAK API) Jawa Tengah, Muhammad Khodir, menyampaikan manfaat kelas Kelas Pemanfaatan Teknologi AI bagi kegiatan penyuluhannya.
“Ini sangat bermanfaat bagi kami untuk membantu melakukan penyuluhan antikorupsi, terutama untuk generasi milenial dan Gen Z yang sangat mengikuti dunia AI," ucapnya.
"Terlebih untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 yang generasinya berasal dari anak-anak yang saat ini kami sasar terpapar nilai antikorupsi," imbuh Khodir yang telah menjadi penyuluh selama 5 tahun.
Dia berharap, para penyuluh bisa memanfaatkan AI ini, sehingga ada pilihan yang inovatif dan variatif sehingga kelompok sasaran tidak bosan,” kata Khodir.
Berbeda, Nurhayati, Guru PKn SMAN 2 Kota Tangerang Selatan yang telah dua tahun bergabung di PAKSI Banten menyoroti risiko pemanfaatan AI oleh siswa, yang bisa berdampak negatif jika disalahgunakan.
Baca juga : Pemerintah Buka Peluang Atur Ulang Jadwal Pemilu
“Bagaimana jika AI ini dimanfaatkan oleh siswa saya sehingga mengurangi motivasinya belajar. Selain itu menimbulkan ketidakjujuran dan minim integritas dalam mengerjakan tugas karena menggunakan AI,” jelas Nurhayati.
Selain kelas Pemanfaatan Teknologi AI dalam Penyuluhan, enam kelas lainnya berlangsung secara paralel.
Kelas Program Pencegahan Korupsi KPK dan Pengawasan Pelayanan Publik melalui JAGA.id, Kelas Membangun Kemandirian Forum/Komunitas PAKSI API dan kelas Aspek Hukum Tindak Pidana Korupsi berlangsung sejak pagi hingga siang hari.
Sedangkan kelas yang berlangsung pada siang hingga sore adalah kelas Penanganan Konflik Kepentingan (CoI) dan Gratifikasi (Panduan GOL), Kelas Cegah Korupsi melalui Panduan Cegah Korupsi dan KPK Whistle Blowing System (KWS) dan kelas Studi Kasus Korupsi sebagai Bahan Penyuluhan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya