Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Tinjau Pusat Penyelamatan Satwa Tasikoki
Menhut Minta Perketat Pengawasan, Cegah Penyelundupan Satwa
Minggu, 15 Desember 2024 14:53 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni meninjau Pusat Penyelamatan Satwa Tasikoki, Kota Bitung, Sulawesi Utara. Dia menyoroti upaya penyelamatan satwa dengan mencegah penyelundupan.
Dalam kunjungannya, Menhut Raja Antoni didampingi konservasionis dan ahli mikrobiologi Dr Willie Smits. Serta Dirjen KSDAE Satyawan Pudyatmoko, Dirjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Hidup Mahfudz.
Menhut Raja Antoni melihat kemampuan 2 anjing yang biasa diperbantukan untuk melacak penyelundupan satwa. Salah satunya diketahui berjenis german shepherd.
Menhut Raja Antoni meminta agar sejumlah tempat yang menjadi pintu pelaku penyelundupan satwa dijaga oleh anjing pelacak, sebagai upaya antisipasi. Salah satunya seperti di Sorong yang merupakan pelabuhan terakhir Papua.
Baca juga : Senayan Minta Polri Perketat Pengawasan
"Di Sorong dan Halmahera saya minta juga ada anjing pelacak sebagai upaya penggagalan penyelundupan satwa," tegas Menhut Raja Antoni.
"Selamatkan satwa kita, satwa adalah aset bangsa," tegasnya.
Pusat Penyelamatan Satwa Tasikoki sendiri selama 5 tahun terakhir telah berhasil menggagalkan penyelundupan 11 burung, 44 mamalia dan 4 reptil di wilayah Bitung, Manado dan Gorontalo.
Beberapa satwa juga berhasil diselamatkan dari rumah warga hingga pelabuhan, dengan total 683 satwa.
Baca juga : Menhut Siapkan Kawasan Hutan untuk Bioetanol
Selain itu berdasarkan data, sejak pihak Tasikoke melakukan patroli 3 tahun terakhir setiap Desember, peredaran daging satwa liar dari provinsi-provinsi di Sulawesi ke Sulawesi Utara mengalami penurunan.
Sejumlah daging satwa yang kerap dijual di pasar di antaranya daging babi hutan, kelelawar, biawak hingga ular piton.
Pada kesempatan yang sama, CEO Yayasan Masarang dan Manager Program Pusat Penyelamatan Satwa Tasikoki Billy Gustafianto menjelaskan berbagai modus penyelundupan satwa yang kerap dilakukan.
"Penyelundupan burung misalnya, biar nggak bersuara biasanya disiram air gula," tuturnya.
Baca juga : Cegah Penyelundupan, Barantin Perketat Pengawasan Jelang Nataru
Ia mengatakan Tasikoke telah mengembalikan 148 ekor burung ke habitat aslinya di Papua Barat. Ia mengatakan, satwa-satwa yang diselamatkan nantinya akan direhabilitasi sebelum akhirnya kembali dilepasliarkan.
"Kakatua koki sudah kita kembalikan ke Papua. Tidak semua satwa bisa dilepasliarkan, contohnya yang punya perilaku menyimpang, tidak bisa terbang lagi," tandasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya