Dark/Light Mode

4 Menteri Bersih-Bersih Sampah Kiriman Di Pantai Kuta Bali

Sabtu, 4 Januari 2025 17:57 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (ketiga kiri), Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq (kedua kiri), Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana (kedua kanan) dan Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata Zita Anjani (kanan) berpartisipasi membersihkan sampah kiriman di Pantai Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Sabtu (4/1/2025). (Foto: Antara)
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (ketiga kiri), Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq (kedua kiri), Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana (kedua kanan) dan Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata Zita Anjani (kanan) berpartisipasi membersihkan sampah kiriman di Pantai Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Sabtu (4/1/2025). (Foto: Antara)

RM.id  Rakyat Merdeka - Empat menteri Kabinet Merah Putih terjun membersihkan sampah kiriman yang menumpuk di pesisir Pantai Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Sabtu (4/1/2025).

Empat pejabat negara tersebut, yaitu Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti.

“Bayangkan puluhan tahun lagi lebih banyak sampah daripada ikan di laut, apalagi plastik yang susah terurai,” kata Zulkifli Hasan, seperti dikutip Antara, Sabtu (4/1/2025).

Zulkifli menambahkan, apabila tidak ditangani segera, sampah di laut termasuk plastik, dapat mengancam ketahanan pangan, khususnya sektor perikanan, karena diperkirakan jumlahnya mencapai sekitar 600 ribu ton per hari.

Baca juga : Sampah Laut Di Pesisir Pantai Bali Ternyata Kiriman Dari Sungai Di Jawa

Sementara itu, Hanif mengatakan, penanganan sampah kiriman yang terjadi di Bali, termasuk Pantai Kuta menjadi prioritas pemerintah pusat dan daerah, karena membawa reputasi Indonesia di mata internasional.

Menurutnya, sampah kiriman itu terjadi saat musim angin barat yang berlangsung pada periode Oktober-Maret setiap tahunnya.

Hanif memperkirakan jumlah sampah kiriman di pesisir Bali pada 2024-2025 lebih tinggi dibandingkan pada 2020-2021 mencapai sekitar 6.000 ton dan pada 2023 sekitar 2.900 ton.

“Pantai Kuta menjadi prioritas, karena ini reputasi internasional kami di sini. Kami akan selesaikan maksimal,” ujar Hanif.

Baca juga : Ini 5 Fakta Menarik Persija Di Paruh Pertama BRI Liga 1

Hanif menilai aksi bersih sampah laut itu sebagai salah satu langkah konkrit yang dilakukan pemerintah dengan menggandeng lintas sektor untuk menanggulangi sampah kiriman sekaligus mengedukasi masyarakat.

Dalam aksi bersih-bersih ini, ada sebanyak 2.115 peserta mulai dari TNI, Polri, pelajar, kampus pariwisata Poltekpar Bali, komunitas masyarakat, tenaga kebersihan, Satgas Kuta, desa adat, lembaga swadaya masyarakat, media massa hingga pegiat media sosial.

Kegiatan membersihkan sampah kiriman tersebut sempat dihentikan sementara karena hujan deras dan beberapa menit kemudian dilanjutkan kembali setelah hujan reda.

Sampah kiriman berupa plastik, bahan karet hingga kayu, dan sampah lalu dipungut dan ditampung dalam karung dengan bantuan empat alat berat dan sejumlah truk.

Baca juga : SIM Keliling Bekasi Sabtu 28 Desember Hadir Di Kantor Kecamatan Bekasi Barat

Mereka kemudian melakukan pemilahan sampah plastik dan ditimbang untuk dibawa kembali ke tempat pengolahan sampah.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono, Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata Zita Anjani, Penjabat Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya, Bupati Badung Giri Prasta, Pangdam IX/Udayana, Polda Bali, Korem 163/Wira Satya, hingga perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.