Dark/Light Mode

Menperin-Menaker Sepakat Ciptakan Lapangan Kerja Baru Di Sektor Industri

Senin, 6 Januari 2025 17:42 WIB
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (kanan) melakukan pertemuan dengan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli (kiri) di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Senin (6/1/2025). (Foto: Ist)
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (kanan) melakukan pertemuan dengan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli (kiri) di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Senin (6/1/2025). (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) berkomitmen memperkuat sinergi dalam mendukung program prioritas pemerintah, terutama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan menciptakan lapangan kerja baru.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam pertemuannya dengan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli di Kantor Kemenperin, Jakarta, Senin (6/1). 

Pertemuan ini turut dihadiri Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer Gerungan, serta jajaran pejabat eselon I dari kedua kementerian.

Baca juga : Pertamina Hulu Rokan Catatkan Lifting Minyak 58 Juta Barel Di 2024

Dalam pertemuan tersebut, kedua kementerian sepakat untuk mengadakan pertemuan rutin setiap semester guna memperkuat koordinasi dan kerja sama. Menperin Agus Gumiwang menyatakan, kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja sektor manufaktur yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian nasional.

“Kami berharap pertemuan ini menjadi sinyal positif bagi pelaku usaha dan industri bahwa kedua kementerian akan terus bersinergi untuk memajukan sektor manufaktur,” ujar Agus.

Menurut Agus, sektor manufaktur memiliki peran penting dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dalam diskusi dengan Apple, Kemenperin menekankan pentingnya investasi yang berorientasi pada penciptaan lapangan kerja.

Baca juga : PLN Dorong Masyarakat Kecamatan Kibin Raih Peluang Kerja Di Industri Ternama

Agus juga menyoroti pentingnya peningkatan produktivitas tenaga kerja di sektor industri untuk meningkatkan daya saing global. “Produktivitas tenaga kerja yang tinggi akan membuat Indonesia lebih menarik bagi calon investor,” jelasnya.

Menaker Yassierli menambahkan, pihaknya membutuhkan dukungan data dari Kemenperin untuk memahami kondisi sektor manufaktur. “Kami memerlukan data terkait ekspansi dan kontraksi industri untuk mengelola ketenagakerjaan dengan lebih baik,” ungkapnya.

Kemnaker juga berharap Kemenperin mendukung pembentukan lembaga produktivitas nasional untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja. “Kami akan menginisiasi gerakan produktivitas nasional yang berfokus pada sektor manufaktur,” imbuh Yassierli.

Baca juga : Pertamina Patra Niaga JBB Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Rob di Desa Sedari

Kedua kementerian juga membahas kondisi sektor industri yang rentan terhadap dinamika politik dan ekonomi global, serta sektor dengan potensi pertumbuhan tinggi. “Kami telah memetakan 40 perusahaan yang menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di Indonesia, termasuk sektor yang menjadi ujung tombak penyerapan tenaga kerja,” terang Agus.

Kerja sama ini diharapkan mampu menciptakan iklim usaha yang kondusif, meningkatkan kepercayaan pelaku industri, dan memperkuat kontribusi sektor manufaktur terhadap perekonomian nasional. Kedua kementerian optimistis, sinergi ini akan membawa dampak positif bagi keberlanjutan pembangunan nasional.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.