Dark/Light Mode

Kikis Kemiskinan Dengan Tepat Sasaran

Mensos Ajak Semua Kawal Penyaluran Bantuan KPM

Minggu, 19 Januari 2025 07:30 WIB
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf. (Foto: Dok. Kemensos).
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf. (Foto: Dok. Kemensos).

RM.id  Rakyat Merdeka - Upaya mengikis kemiskinan melalui penyaluran penyaluran bantuan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) harus tepat sasaran. Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengajak semua pihak untuk ikut memastikan bantuan diterima KPM.

“Secara nasional kami melakukan konsolidasi secara menyeluruh dengan lembaga ter­kait maupun Pemerintah Daerah. Insya Allah kami harapkan ke­miskinan bisa turun lebih terukur,” ujarnya dalam keterangan pers di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (18/1/2025).

Ia mengatakan kolaborasi ini akan memberikan manfaat bagi mereka yang berhak menerima bantuan. Selain itu dengan in­tervensi yang berkelanjutan akan saling menguatkan koordinasi.

Baca juga : Program MBG Digodok Gerindra 18 Tahun Silam

Dia juga berharap agar para penerima manfaat bisa meman­faatkan bantuan KPM secara bijak. Terutama untuk membantu pemenuhan kebutuhan pokok.

“Keinginan kami penyaluran bantuan ini tidak hanya tepat sasaran tapi juga dipergunakan sebagaimana mestinya oleh para penerima,” katanya.

Termasuk di kawasan Solo Raya, ia berharap bisa menekan angka kemiskinan yang saat ini masih di atas rata-rata nasional atau sekitar 10 persen.

Baca juga : Gerindra Bali Ngarep Gabung Wayan Koster

“Harapannya paling tidak bisa menyusul rata-rata nasional 9 persen. Ini bisa dilakukan dengan kerja bersama,” katanya.

Sementara itu, ia meminta kepada para pendamping Pro­gram Keluarga Harapan (PKH) berusaha secara keras agar KPM tidak hanya menjadi penerima bantuan tetapi bisa naik ke­las. Ia menjelaskan, naik kelas yang dimaksud adalah menjadi kelompok sejahtera dengan pindah ke tahap pemberdayaan masyarakat.

“Jika mereka naik kelas maka program akan beda, bukan ban­tuan sosial (bansos) lagi. Tapi, bantuan modal, peningkatan kapasitas, dan menciptakan pasar,” katanya.

Baca juga : Pemda DKI Akan Lebih Intens Awasi Kesiapsiagaan Bencana

Terkait hal itu, pendamping PKH diharapkan ikut terlibat menggraduasi atau mengakhiri KPM PKH. Mereka penerima bantuan diyakini juga memiliki keinginan untuk meningkatkan kualitas hidup mereka dengan mengikuti berbagai program dan bantuan pelatihan.

“Mereka graduasi, ikut pro­gram Kementerian UMKM, Kementerian Koperasi, Ke­menterian Tenaga Kerja supaya mereka jadi keluarga yang lebih mandiri,” katanya.

Ia menargetkan tiap pendamping PKH harus menggraduasi 10 KPM setiap tahunnya. Oleh karena itu, ia meminta para pendamping untuk bekerja ber­dasarkan data yang akurat.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.