Dark/Light Mode

Menhan Sjafrie Usulkan Pasukan Perdamaian ASEAN Untuk Stabilitas Kawasan

Senin, 20 Januari 2025 21:47 WIB
Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin bertemu  Perdana Menteri Republik Singapura Lawrence Wong, di Singapura, Senin (20/1). (Biro Humas Setjen Kemhan)
Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin bertemu Perdana Menteri Republik Singapura Lawrence Wong, di Singapura, Senin (20/1). (Biro Humas Setjen Kemhan)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan, perlunya soliditas ASEAN untuk menjaga keamanan dan perdamaian di kawasan. ASEAN juga harus berperan lebih dengan bersama-sama membentuk pasukan perdamaian.

Hal tersebut disampaikan Menhan Sjafrie saat menjadi pembicara kunci pada acara makan malam Sherpa Meeting Shangri-La Dialogue di Hotel Shangri-La Singapura, Senin (20/1/2025).

“Dalam persaingan kekuatan antara Amerika Serikat dan China, posisi Indonesia berada di antaranya. Politik luar negeri Indonesia adalah bebas aktif dan tidak memihak blok mana pun,” kata Sjafrie.

ASEAN pun, menurut Sjafrie, tidak perlu ikut dalam polarisasi itu. Sebagai satu kesatuan, ASEAN harus mampu menjaga kawasan Asia Tenggara tetap menjadi kawasan yang aman dan damai, tanpa perlu tergantung kekuatan lain dari luar ASEAN.

Baca juga : Jelang Pelantikan Presiden AS, Ribuan Orang Unjuk Rasa Protes Gagasan Trump

Untuk memperkokoh soliditas ASEAN, banyak hal yang bisa dilakukan. Sekarang ini misalnya, negara-negara ASEAN bisa bersama-sama memberikan bantuan kemanusiaan bagi bangsa Palestina, yang tinggal di Gaza.

“Kalau gencatan senjata di Gaza bisa ditetapkan secara permanen dan PBB memerintahkan masuknya pasukan perdamaian, maka ASEAN bisa hadir bersama sebagai pasukan penjaga perdamaian,” ujar Menhan.

Menurut Sjafrie, Indonesia siap memfasilitasi persiapan pasukan dari negara-negara ASEAN sebelum diberangkatkan menjaga perdamaian.

“Kami memiliki fasilitas yang cukup untuk pelatihan calon anggota pasukan perdamaian di Sentul, Bogor,” kata Menhan.

Baca juga : Brimob Polda Metro Jaya Bagikan Makan Bergizi Gratis Untuk Siswa Anak Jalanan

Pandangan itu disampaikan juga oleh Menhan saat melakukan kunjungan kehormatan kepada Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong dan kunjungan kehormatan kepada Menteri Pertahanan Singapura, Ng Eng Hen. Baik PM Lawrence Wong maupun Menteri Ng Eng Hen berharap, gencatan senjata di Gaza bisa ditetapkan secara permanen. Apabila PBB bisa melakukan itu, maka bisa dipikirkan untuk mengirimkan pasukan perdamaian atas nama ASEAN.

Mendukung Kesejahteraan

Mengenai arah kebijakan pertahanan Indonesia, Menhan menjelaskan, tugas dari TNI adalah menjaga kedaulatan negara sekaligus menciptakan stabilitas agar kegiatan ekonomi nasional bisa berjalan baik. Dengan perekonomian yang bisa bergerak secara optimal, maka kesejahteraan rakyat bisa ditingkatkan.

Langkah yang sekarang dilakukan Indonesia adalah membangun batalion di setiap kabupaten yang ada di Indonesia. Batalion tersebut, ditugaskan untuk menjaga stabilitas dan ikut mendorong kegiatan ekonomi masyarakat.

Baca juga : Arsjad Siap Sampaikan Laporan Pertanggungjawaban Di Munas Konsolidasi Kadin

“Tentara Indonesia berbeda dengan negara lain berasal dari rakyat. Oleh karena itu, tugas utama yang harus dilakukan adalah kembali bersama rakyat,” kata Menhan.

Demikian pula dengan penguatan sistem pertahanan, penambahan alat utama sistem persenjataan bukan dimaksudkan untuk kepentingan ofensif. Penambahan kekuatan angkatan bersenjata termasuk kapal Angkatan Laut dan pesawat udara dimaksudkan untuk menjaga kedaulatan Indonesia sebagai sebuah negara kepulauan yang besar.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.