Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kolaborasi Kementerian BUMN Dan Kementerian Lain Dukung Pertahanan Keamanan & Swasembada Pangan
Rabu, 22 Januari 2025 13:08 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kolaborasi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, Badan Gizi Nasional dan Kementerian Perdagangan, menjadi salah satu capaian signifikan dalam 100 hari pertama kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Hal ini dapat memperkuat pertahanan keamanan dan mencapai swasembada di sektor pangan.
Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, keberhasilan Indonesia dalam meningkatkan pertahanan dan swasembada pangan merupakan hasil dari kolaborasi dan komitmen yang kuat di bawah arahan Presiden Prabowo.
“BUMN mendukung penuh dan berkolaborasi dengan berbagai kementerian, badan dan lembaga dalam mewujudkan program swasembada pangan,” ujar Erick, melalui keterangannya, Rabu (22/1/2025).
Ia mencontohkan, sejak awal pemerintahan, pihaknya memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Pertahanan dalam Penguatan Sistem Pertahanan Keamanan. Yakni, untuk mempercepat proses produksi dan penyediaan alutsista (Alat Utama Sistem Senjata) melalui BUMN yang bergerak di sektor manufaktur pertahanan.
"Seperti Pindad, yang bertanggung jawab menyediakan produk pertahanan darat, PT PAL untuk pertahanan laut, PT Dirgantara Indonesia untuk pertahanan udara dan PT Dahana yang memproduksi bahan baku munisi," ujar Erick yang juga Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).
Baca juga : PNM-BPOM Kolaborasi Percepat Pertumbuhan Kualitas UMKM Pangan
Ia menilai, BUMN ini bekerja bersama untuk mendukung kebutuhan sistem pertahanan yang semakin maju, guna menjaga kedaulatan Indonesia.
Langkah ini, sambung Erick, juga mengarah pada penguatan industri dalam negeri yang tidak hanya mengandalkan impor.
"Namun, dapat memproduksi alat pertahanan yang dibutuhkan di dalam negeri, memberikan dampak positif bagi ekonomi dan kemandirian teknologi pertahanan Indonesia," ucap Erick.
Selain itu, kolaborasi Kementerian BUMN juga terjalin dengan Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan dan Kepala Badan Pangan Nasional untuk mendukung Swasembada Pangan.
Erick mengaku, salah satu aspek krusial dalam mendukung ketahanan nasional adalah swasembada pangan. Karenanya, sinergitas itu bertujuan memastikan keberlanjutan produksi pangan yang cukup untuk kebutuhan masyarakat Indonesia.
Kementerian BUMN, kata dia, mendorong sinergi antara BUMN, seperti Perum Bulog, RNI (Rajawali Nusantara Indonesia) dan Pupuk Indonesia.
Baca juga : Penanaman Jagung 1 Juta Ha Dukung Swasembada Pangan
Sejauh ini, berbagai langkah telah diambil untuk memperkuat sektor pangan, Bulog sebagai off-taker pangan utama, bekerja sama dengan kementerian terkait untuk memastikan distribusi pangan yang tepat sasaran.
Sementara itu, Pupuk Indonesia berfokus pada penyediaan pupuk yang dibutuhkan petani untuk meningkatkan hasil pertanian. Sedangkan, PTPN mendukung alokasi lahan pertanian strategis yang dapat meningkatkan ketahanan pangan di seluruh Indonesia.
Tak hanya itu, pihaknya juga berkolaborasi dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dalam mendorong sektor logistik yang efisien untuk mendukung swasembada pangan, energi dan hilirisasi produk dalam negeri.
Menurut Erick, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo), PT KAI dan InJourney Airports, berkontribusi besar dalam mengurangi biaya logistik, meningkatkan konektivitas antar wilayah, serta memperlancar distribusi barang kebutuhan pokok.
Sebagai contoh, KAI memperkuat sistem transportasi berbasis rel, memungkinkan distribusi logistik menjadi lebih efisien, melalui integrasi moda transportasi antar daerah.
Begitu juga, Pelindo sebagai pengelola pelabuhan mendukung kelancaran ekspor-impor, termasuk distribusi bahan pangan dan energi yang vital bagi perekonomian Indonesia.
Baca juga : Kapolri: Langkah Strategis Dukung Swasembada Pangan
"Kami mendorong sektor transportasi dan logistik agar lebih efisien," kata Erick.
Terakhir, kolaborasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk Infrastruktur Hilirisasi dan Swasembada Energi untuk mendukung hilirisasi industri, serta swasembada energi dan pangan.
"Kami berupaya mempercepat pembangunan infrastruktur yang mendukung efisiensi logistik," ucap Erick.
Menurutnya, infrastruktur yang lebih baik, termasuk pembangunan jalan tol, pelabuhan dan fasilitas lainnya, memungkinkan distribusi barang dan energi menjadi lebih murah dan lebih cepat.
"Yang pada gilirannya, mendukung kebutuhan industri dan sektor pangan nasional," pungkas Erick.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya