Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Sektor industri elektronika terus memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan manufaktur di Indonesia.
Hal ini tercermin dari pertumbuhan Sektor Industri Barang Logam; Komputer, Barang Elektronik, Optik; dan Peralatan Listrik yang mencapai 7,29 persen pada triwulan III-2024.
Baca juga : Devisa Negara Bisa Dihemat Rp 147 Triliun
Nilai ekspor produk elektronika hingga triwulan III-2024 mencatat angka fantastis sebesar 10,07 miliar dolar AS atau Rp 161 triliun. Produk ekspor tersebut didominasi oleh peralatan telekomunikasi, elektronik rumah tangga, peralatan listrik, dan komponen. Khusus untuk produk handphone, komputer genggam, dan tablet (HKT), nilai ekspor mencapai 277 juta dolar AS sepanjang tahun 2024.
Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE), Setia Diarta, memberikan apresiasi kepada PT Samsung Electronics Indonesia (SEIN) yang berperan besar dalam pencapaian ini. “Indonesia telah mampu mengekspor produk berteknologi tinggi seperti smartphone. Kami mengapresiasi PT Samsung Electronics Indonesia yang menjadikan Indonesia sebagai basis produksinya dan konsisten mengekspor produk ke pasar global,” ujar Setia saat kunjungan ke pabrik SEIN di Cikarang.
Baca juga : Tokcer! Program BINA Diskon 2024 Catat Transaksi Rp 25,4 Triliun
PT Samsung Electronics Indonesia menunjukkan komitmen tinggi dalam memenuhi kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Model SM-A356E bahkan mencatat nilai TKDN tertinggi sebesar 40,30 persen. Setia menegaskan bahwa aturan TKDN yang mensyaratkan minimal 35 persen kandungan lokal bertujuan untuk memperkuat ekosistem manufaktur dan meningkatkan partisipasi industri lokal.
Sejak diberlakukannya threshold TKDN, industri HKT mencatat pertumbuhan pesat. Pada tahun 2023, produksi HKT di dalam negeri mencapai 50 juta unit, dengan impor hanya 3,1 juta unit, menunjukkan 94 persen kebutuhan HKT telah dipenuhi oleh produksi lokal. PT Samsung Electronics Indonesia sendiri menyumbang produksi sebesar 14 juta unit atau 28 persen dari total produksi nasional.
Baca juga : BNI Xpora Dorong UKM Kopi RI Tembus Pasar Ekspor Korea Selatan dan Taiwan
Selain memenuhi kebutuhan domestik, PT SEIN juga aktif di pasar ekspor. Sepanjang 2024, perusahaan ini mengekspor 1,56 juta unit ke berbagai negara, termasuk Filipina, yang menjadi pasar ekspor utama di ASEAN.
Dalam upaya mendalami struktur industri, Pemerintah berencana menaikkan threshold TKDN HKT menjadi 40 persen. Salah satu komponen yang berpotensi meningkatkan nilai TKDN adalah PCB Assembly melalui penggunaan mesin SMT, yang menyumbang 8 persen dalam aspek manufaktur. “Kami optimis kebijakan ini akan memberikan dampak positif bagi pengembangan industri HKT di Indonesia,” ungkap Setia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya