Dark/Light Mode

Pemerintah Optimis Pertumbuhan Ekonomi 2024 Tembus 5,1 Persen

Selasa, 14 Januari 2025 12:54 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Ist)
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia mampu menjaga pertumbuhan ekonomi pada tingkat yang solid sebesar 4,95 persen year on year (yoy) pada triwulan III-2024 yang mencerminkan ketahanan dan daya saing ekonomi.

Indikator sektor riil, seperti Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur juga tetap ekspansif di level 51,2. Sementara, permintaan domestik yang kuat, dan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) juga terus optimis pada Desember 2024 dengan level 127,7, serta Indeks Penjualan Riil (IPR) juga tumbuh positif. Berkat modal tersebut, Pemerintah optimis ekonomi Indonesia pada 2024 tumbuh sebesar 5,1 persen.

"Kita akan menunggu rilis dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada Februari nanti. Pemerintah yakin dengan berbagai kebijakan jelang Natal dan Tahun Baru lalu seperti program mudik gratis, diskon harga tiket pesawat, hingga Harbolnas, ekonomi di kuartal IV terdorong dan target pertumbuhan akan dapat tercapai,” jelas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam keterangannya, Selasa (14/1/2025).

Baca juga : Dukung Swasembada Energi, Xurya Catat Pertumbuhan Signifikan Selama 2024

Dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi tetap bagus, Pemerintah telah mengeluarkan juga berbagai Paket Stimulus Ekonomi yang telah dirilis di akhir 2024 lalu, seperti bantuan pangan/beras, diskon listrik 50 persen untuk 2 bulan, Pajak Penambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) properti dan otomotif, serta insentif Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 DTP untuk sektor padat karya.

Airlangga melanjutkan, salah satu modal yang dimiliki Indonesia adalah potensi kelas menengah yang besar, sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi. Jumlah kelas menengah Indonesia sangat signifikan, dengan proporsi mencapai 66,35 persen dari total penduduk.

"Jadi, Pemerintah secara konsisten memberi dukungan untuk kelas menengah melalui berbagai program seperti subsidi, insentif pajak, dukungan akses pembiayaan usaha, serta peningkatan kapasitas SDM,” tutur Airlangga.

Baca juga : Ekspor Produk Elektronik RI Tembus Rp 161 Triliun

Presiden Prabowo Subianto juga telah mencanangkan 17 Program Prioritas mulai dari swasembada pangan, energi, pengentasan kemiskinan, hingga penyempurnaan penerimaan negara. Terdapat banyak hal positif telah dicapai dalam 90 hari pemerintahannya, mulai dari bergabungnya Indonesia ke BRICS hingga dimulainya Program Makan Bergizi Gratis. Hilirisasi juga menjadi langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen.

“Kita juga memiliki potensi besar dalam mendorong hilirisasi di berbagai sektor. Contohnya, yang terjadi pada Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) seperti Gresik, Kendal, dan Galang Batang yang telah menunjukkan dampak nyata peningkatan nilai tambah ekonomi," kata Airlangga.

Untuk mencapai target pertumbuhan melalui investasi, Pemerintah juga memperhatikan angka Incremental Capital Output Ratio (ICOR) yang menunjukkan hubungan antara pertumbuhan ekonomi dengan investasi yang diperlukan untuk mencapai pertumbuhan tersebut.

Baca juga : Pelita Air Angkut 2,7 Juta Penumpang Sepanjang 2024, Naik 101 Persen

"Guna meningkatkan investasi juga, Pemerintah terus berupaya membangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk mendorong pusat ekonomi," tegas Airlangga.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.