Dark/Light Mode

Mahfud MD: Butuh Kepastian Hukum Capai Pertumbuhan Ekonomi 8 %

Kamis, 23 Januari 2025 09:52 WIB
Guru Besar Ilmu Hukum Tata Negara dari Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Mahfud MD dalam diskusi forum ekonomi dan politik 2025 dengan tema Opportunities and Challenges yang diselenggarakan oleh President Club, Rabu (22/1/2025). Foto: Istimewa
Guru Besar Ilmu Hukum Tata Negara dari Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Mahfud MD dalam diskusi forum ekonomi dan politik 2025 dengan tema Opportunities and Challenges yang diselenggarakan oleh President Club, Rabu (22/1/2025). Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Guru Besar Ilmu Hukum Tata Negara dari Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Mahfud MD mengatakan, masih terjadi ketidakpastian hukum di Indonesia. Salah satu imbasnya, calon investor gusar dan ragu berinvestasi di Indonesia.

"Salah satu problem utama yang kita hadapi saat ini adalah persoalan ketidakpastian hukum yang tidak memberi kenyamanan bagi investor," kata Mahfud MD dalam diskusi forum ekonomi dan politik 2024 dengan tema Opportunities and Challenges yang diselenggarakan oleh President Club, Rabu (22/1/2025).

Ia mengingatkan bahwa ekonomi dan politik adalah dua entitas yang tidak bisa dipisahkan. Kepada para audiens yang umumnya dari kalangan pelaku bisnis dan perguruan tinggi, Mahfud menyammpaikan bahwa politik dan ekonomi saling berkaitan sehingga keduanya saling mempengaruhi.

Baca juga : FDI Dan Badan Pengelola Investasi Kunci Gapai Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Sehingga stabilitas kedua entitas tersebut harus bisa diakselerasi oleh sebuah organisasi negara. Diterangkan Mahfud, Indonesia saat ini memiliki target yang cukup besar dalam hal pertumbuhan ekonomi.

Setidaknya untuk periode Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka, pencapaian economic growth harus sampai 8 persen.

Namun sebagai akademisi yang juga pernah berkecimpung di pemerintahan, baik di era Presiden KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), maupun Presiden Joko Widodo (Jokowi) periode kedua, Mahfud menilai target pencapaian pertumbuhan ekonomi tersebut masih dirasa sangat sulit.

Baca juga : MBG Hingga 3 Juta Rumah Picu Kepuasan Publik Terhadap Pemerintahan Prabowo

"Kita berharap bisa mencapai itu, namun diprediksi tidak akan mudah karena faktor internal kita saat ini, juga dampak dari dinamika global," sambung mantan Menko Polhukam ini.

Ditambah persoalan birokrasi yang masih belum beres antar lintas kementerian dan lembaga.

"Kebijakan dan aktor pembuat kebijakan masih sama, meski koordinasi antar intansi belum terlihat kompak. Sementara di aspek eksternal, ada faktor gejolak politik luar negeri yang makin dinamis dan tak menentu," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.