Dark/Light Mode

Menekraf Dukung Transformasi Jakarta Jadi Pusat Perfilman Global

Jumat, 7 Februari 2025 12:42 WIB
Malam Insan Film. (Foto: Ist)
Malam Insan Film. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Jakarta (DKJ) bersama Festival Film Tempo menggelar Malam Insan Film bertajuk “Menuju Jakarta Kota Global, Kota Sinema” di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, Selasa (4/2/2025) lalu. Acara ini menjadi momentum penting dalam mendorong Jakarta sebagai pusat industri film nasional dan global.

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Menekraf/Kabekraf), Teuku Riefky Harsya, turut menyampaikan dukungannya agar Jakarta berkembang sebagai Kota Sinema. “Kementerian Ekonomi Kreatif siap berkolaborasi untuk mengaktivasi Jakarta sebagai kota ekonomi kreatif berbasis sinema. Mulai 2025 hingga 2027, akan ada berbagai program Ekraf untuk menyongsong 5 abad Jakarta, termasuk mendukung statusnya sebagai Kota Global Kota Sinema,” ujar Menekraf Riefky.

Penjabat (Pj) Gubernur DKJ Teguh Setyabudi, menegaskan, industri film tidak hanya merupakan bagian dari seni, tetapi juga pilar utama ekonomi kreatif. “Perfilman bukan hanya tentang seni, tetapi juga menjadi pilar penting bagi ekonomi kreatif sehingga insan perfilman bisa menggambarkan kehidupan dan dinamika pengembangan kota Jakarta,” ungkap Teguh.

Baca juga : Tidak Kena Pangkas, Anggaran Pengendali Banjir Jakarta Justru Melonjak

Menekraf Riefky juga menyoroti berbagai tantangan yang masih dihadapi industri film, termasuk peningkatan kualitas SDM, kemudahan akses pembiayaan dan perizinan produksi, serta perluasan pasar internasional dan pemberantasan pembajakan digital.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Gubernur terpilih DKJ, Rano Karno, menyambut antusias rencana penguatan ekosistem perfilman di Jakarta. Ia menyoroti perbandingan biaya produksi film di luar negeri yang lebih kompetitif dibanding di ibu kota.

“Shooting di Belanda lebih murah dari di Jakarta. Shooting di stasiun kereta Belanda, bayar €2000 masih kembali dari cash rebate. Shooting di Changi Airport lebih murah dari di Soekarno-Hatta. Ini harus diperbaiki. Saya senang Menekraf tadi bilang sudah menggandeng Bappeda. Berarti ini punya peluang besar untuk segera diperbaiki,” kata Rano Karno.

Baca juga : Fokus Transformasi Digital, Laba BSI 2024 Meroket 22,83 Persen

Direktur Utama Tempo Inti Media Tbk sekaligus inisiator Festival Film Tempo, Arif Zulkifli, mengingatkan pentingnya menjadikan Jakarta sebagai Kota Sinema.

“Kota Sinema menjadi penting karena dari sinema tersebut kebudayaan bisa kita ukur. Ada sekitar 50 film yang berlatar belakang Jakarta dengan kekayaan sinema yang penuh dinamika. Maka, ini jadi pemantik supaya Jakarta jadi Kota Sinema yang istimewa,” ujar Arif.

Menekraf Riefky menegaskan bahwa industri film bukan sekadar hiburan, tetapi juga bagian dari diplomasi internasional yang mampu memperkenalkan ekonomi kreatif Indonesia ke dunia.

Baca juga : Menag & Wamen Ekraf Ingin Jakarta Jadi Kota Global Dengan Kearifan Lokal

“Film menjadi pondasi yang mendukung keyakinan publik. Dari sekitar 82 juta penonton bioskop sepanjang 2024, sebanyak 65 persen menonton film Indonesia. Oleh karena itu, penting untuk menerapkan kolaborasi hexahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, pelaku bisnis, komunitas, media, dan lembaga keuangan,” jelasnya.

Acara Malam Insan Film ini turut dihadiri oleh tokoh perfilman dan pejabat seperti Gubernur DKI Jakarta periode 1997-2007 Sutiyoso, Pj Gubernur DKI Jakarta periode 2016-2017 Soni Sumarsono, serta aktor dan sineas ternama seperti Slamet Rahardjo, Ario Bayu, Marcella Zalianty, Chelsea Islan, Sean Gelael, dan Ayushita.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.