Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Penguatan BRIDA, BSKDN Kemendagri Pacu Jambi Perkuat Kebijakan Berbasis Data
Selasa, 18 Februari 2025 05:25 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Penguatan kebijakan berbasis data guna meningkatkan efektivitas pembangunan menjadi fokus Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Ini tercermin dalam audiensi antara Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jambi dan BSKDN di Command Center BSKDN pada Senin, (17/2).
Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris BSKDN Tomy V Bawulang menjelaskan, BSKDN memiliki peran penting sebagai pusat perumusan dan evaluasi kebijakan dalam negeri.
Baca juga : Pondok Taktakan Indah Jadi Perumahan Subsidi Inovatif Terbaik 2025
Kunjungan DPRD Jambi ke BSKDN merupakan langkah strategis dalam menyelaraskan kebijakan daerah dengan kebijakan nasional.
"Kami mengapresiasi (audiensi) ini, berarti ada yang ingin dicapai (komitmen) oleh teman-teman (DPRD Jambi) terkait memperkuat strategi kebijakan di daerah,” ungkap Tomy.
Dalam audiens tersebut, Tomy menyoroti pentingnya penguatan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) sebagai institusi strategis dalam pengembangan inovasi daerah.
Baca juga : Kemenko PMK & BPS Perkuat Sinergi Data Statistik
Ia menekankan bahwa BRIDA memiliki peran penting dalam memastikan kebijakan daerah tidak mengalami ketidaksesuaian atau tumpang tindih dengan kebutuhan nasional.
"Mungkin Bapak/Ibu di Jambi sudah membentuk BRIDA, nanti kita akan diskusi mengenai ini, bagaimana penguatan BRIDA. Bagaimana kebijakan di daerah itu sejak awal dikawal, jadi tidak ada daerah kebingungan-kebingungan kebijakan yang misalnya blunder dan itu menjadi kebutuhan nasional kita Bapak/Ibu sekalian,"
Selain itu, Tomy juga menyoroti posisi inovasi Jambi dalam tiga tahun terakhir yang mengalami perlambatan. Ia mencatat bahwa meskipun inovasi tetap ada, persaingan antar daerah semakin ketat, sehingga Jambi perlu meningkatkan daya saingnya.
Baca juga : Tak Mau Bebani Pemda, Kemendagri Tanggung Full Biaya Retreat Kepala Daerah
“Kami berharap di tahun 2025 Jambi bisa kembali masuk dalam kategori sangat inovatif. Saat ini, inovasi di Jambi masih banyak berkutat pada pemberdayaan desa, sementara sektor lainnya seperti pendidikan, kesehatan, UMKM, energi, dan lingkungan juga perlu terus didorong,” jelas Tomy.
Dengan adanya audiensi ini, BSKDN berharap DPRD Jambi dapat memperkuat peran BRIDA dan memastikan kebijakan daerah semakin adaptif, inovatif, dan berbasis data. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah pusat dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif dan berdaya saing.
“Jadi arah kebijakan dalam negeri lewat Kementerian Dalam Negeri, di sini pak dapurnya (BSKDN). Harapannya diskusi kita sore hari ini bisa menginspirasi bisa mengajak kita sama-sama berkomitmen untuk melakukan sesuatu di Jambi,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya