Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kendalikan Harga Pangan Jelang Ramadan, Pemerintah Perketat Pengawasan
Sabtu, 22 Februari 2025 13:33 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah telah menyusun strategi pengendalian harga pangan utama selama Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri 2025 guna memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat. Salah satu langkah utama yang akan dilakukan adalah operasi pasar serta pengawasan ketat terhadap harga komoditas pangan di pasaran.
Deputi Bidang Koordinasi Informasi dan Evaluasi Komunikasi Kantor Komunikasi Kepresidenan, Fritz Edward Siregar mengatakan, pemerintah berorientasi menurunkan harga bahan pangan utama yang banyak dibutuhkan masyarakat, terutama minyak goreng dan gula.
“Bila ada lonjakan harga, maka segera dilakukan operasi pasar,” ujar Fritz dikutip dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (22/2/2025).
Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan agar kementerian dan lembaga terkait bekerja sama dalam memastikan harga pangan tetap di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Fritz menjelaskan bahwa Kementerian Pertanian akan bekerja sama dengan Kementerian BUMN untuk mengontrol harga di pasaran.
Baca juga : Mentan Jamin Stok Pangan Aman Jelang Ramadan
“Bila ada gejolak harga, kementerian dan BUMN terkait akan bergerak saling mendukung,” tegasnya.
Sejumlah BUMN juga akan berperan aktif dalam operasi pasar Gerakan Pangan Murah. Dukungan BUMN akan diberikan sesuai dengan bidang usaha masing-masing, baik melalui pemanfaatan aset sebagai outlet operasi pasar maupun bantuan angkutan distribusi bahan pangan.
“Semua harus bergerak dan ikut membantu operasi pasar dalam Gerakan Pangan Murah. Ini upaya bersama untuk memastikan ketersediaan bahan pangan di seluruh Indonesia,” tambah Fritz.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan peringatan keras kepada pengusaha yang tidak menjual bahan pokok sesuai HET. Perusahaan yang terbukti melanggar akan disegel dan bahkan dicabut izinnya.
Baca juga : Menjelang Ramadan, Kemenag Distribusikan Kurma Hadiah Arab Saudi
“Jangan sampai harga bahan pokok melebihi HET yang telah ditentukan. Oleh karena itu, saya meminta Kasatgas Pangan, Kepala Badan Intelijen dan Keamanan untuk mengawal ketat pelaksanaan HET dan operasi pasar, karena ini adalah perintah langsung dari Presiden Prabowo Subianto,” tegas Amran.
Pemerintah telah menetapkan HET untuk Minyakita sebesar Rp 15.700 per liter, namun saat ini harga realisasi di pasar masih Rp 17.500 per liter. Mentan berharap harga dapat segera turun agar masyarakat mendapatkan minyak goreng dengan harga yang lebih terjangkau.
“Saya tegaskan, jangan ada yang bermain-main dalam penerapan HET,” ujar Amran.
Sementara itu, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menambahkan bahwa operasi pasar merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjamin kebutuhan pangan selama Ramadan dan Idulfitri.
Baca juga : Kepala Daerah Baru Diminta Perkuat Perda Kawasan Tanpa Rokok
“Kami dari Kemendag mendukung penuh operasi pasar sebagai upaya menurunkan dan menstabilkan harga pangan. Ini juga merupakan respons atas keluhan masyarakat, terutama para ibu rumah tangga, dalam menghadapi Ramadan dan Lebaran,” jelas Dyah Roro.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya