Dark/Light Mode

Di Istiqlal, Menag Sampaikan Makna & Keutamaan Niat Puasa

Sabtu, 1 Maret 2025 14:59 WIB
Menteri Agama Nasaruddin Umar
Menteri Agama Nasaruddin Umar

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyampaikan keutamaan niat dalam berpuasa saat menjadi penceramah pada malam pertama salat tarawih Ramadan 1446 H di Masjid Istiqlal, Jumat (28/2)

"Segala amal ibadah itu harus disertai niat. Kalau puasa tanpa niat itu diet, kalau sholat tanpa niat itu olah raga. Inti dari setiap ibadah itu adalah niat. Kalau kita lupa berniat, ini persoalan dalam ibadah kita,” terang Menag yang dikutip laman kemenag.

Baca juga : Belanja Online Ramadan Meningkat, Waspada Ancaman Keamanan Data Pribadi

Dalam ceramahnya, Menag mengingatkan ribuan jamaah shalat taraweh di Masjid Istiqlal dan seluruh umat muslim yang melaksanakan puasa untuk memperbaiki niatnya dengan baik. Dalam pendekatan Fiqh, setiap ibadah itu tetap diminta untuk berniat.

“Konsep niat berpuasa menurut Imam Syafi’I, niat berpuasa dilakukan pada malam harinya. Jangan biasakan pas sahur, itu sudah pagi. Setiap malam kita harus berniat berpuasa. Tolong ingatkan keluarganya, jadi lah muballigh dan guru dirumah masing-masing,” katanya.

Baca juga : Di Tengah Dinamika Pasar, BRI Fokus Kelola Risiko Jangka Panjang

Selain itu, lanjut Menag, ada juga pendapat Imam Mazhab lainnya, yakni Imam Abu Hanifah r.a, gurunya Imam Syafi’i. Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa berniat berpuasa cukup satu kali selama Ramadhan. Ini fungsinya untuk membackup pendapat Imam Syafi’I yang ketika setiap hari harus berniat berpuasa.

“Kita harus memperhatikan diawal Ramadan, kita harus membuat kejutan-kejutan diawal Ramadhan. Mohon kita mulai start mengaji atau khataman Alquran, dan mumpung libur hari Sabtu. Dan yang memiliki rencana-rencana monumental niatkan dan mulailah pada bulan Ramadan. Seperti peletakan batu pertama sebuah bangunan, atau menulis buku, dan lainnya,” terangnya

Baca juga : Hasil Liga Inggris: Chelsea Menang, Papan Tengah Ketat

Bahkan, kata Menag, apapun hal besar yang direncanakan, baik aspek bisnis, sosial, kebudayaan, dan seterusnya, agar mengawalinya pada bulan suci Ramadan. Sejarah membuktikan bahwa kejadian-kejadian yang monumental itu adalah apa yang ditanamkan pada Ramadan.

“Banyak peristiwa penting dalam agama Islam terjadi pada bulan Ramadan. Seperti malam ketika diturunkannya Alquran per malam nuzul Alquran. Peristiwa ini memiliki makna yang sangat penting. Selain Alquran itu diturunkan, juga sekaligus menjadikan Muhammad Saw menjadi Nabi dan juga sekaligus sebagai Rasul," jelas Menag

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.