Dark/Light Mode

Ramai Terapi Rokok untuk Pengobatan, Begini Kata Dokter Spesialis Paru

Sabtu, 25 Juli 2026 17:47 WIB
Ilustrasi rokok (Foto: Pexels)
Ilustrasi rokok (Foto: Pexels)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dokter Spesialis Paru dari Divisi Infeksi Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Erlina Burhan angkat bicara soal terapi rokok untuk pengobatan, yang viral di media sosial. Terapi itu diklaim bisa membantu mengobati penyakit ginjal hingga stroke, dengan biaya yang tidak murah. Bahkan, bisa mencapai ratusan ribu rupiah untuk satu sesi.

"Sebagai seseorang yang bergelut lama di dunia kesehatan, saya memahami betul betapa besarnya keinginan seseorang untuk sembuh. Apalagi, ketika sedang berjuang melawan penyakit berat. Tetapi, keinginan yang besar itu jangan sampai membuat kita salah memilih jalan pengobatan," kata Erlina via Instagram. 

Baca juga : 3 Balai TN Resmi Berstatus BLU untuk Tingkatkan Layanan & Konservasi

Erlina menjelaskan, apa pun bentuk penggunaannya, rokok bukanlah media pengobatan. Asap rokok, terangnya, mengandung ribuan zat kimia berbahaya yang selama ini terbukti secara ilmiah menjadi penyebab berbagai penyakit. Bukan menyembuhkan.

"Selagi rokok itu isinya nikotin atau tar, itu nggak baik untuk kesehatan. Apalagi, untuk pengobatan. Jadi, jangan percaya kalau ada narasi-narasi yang mengatakan, ada suatu produk rokok yang dikatakan untuk terapi atau pengobatan. Itu saya kira tidak benar," tegas Erlina. 

Baca juga : Menkop Tegaskan Penguatan Koperasi di Kabupaten Pamekasan

"Rokok konvensional ataupun rokok yang dimodifikasi, selagi mengandung nikotin atau tar, tidak baik untuk kesehatan. Rokok bisa membunuhmu," tandasnya. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.