Dark/Light Mode

Sour Sally Ekspansi Ke Filipina, Menekraf: Kuliner RI Kian Mendunia

Kamis, 13 Maret 2025 12:28 WIB
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya. (Foto: dok Kemenekraf)
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya. (Foto: dok Kemenekraf)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Menekraf/Kabekraf), Teuku Riefky Harsya bangga dengan ekspansi Sour Sally ke pasar internasional, khususnya dengan perjanjian waralaba utama di Filipina. Menurutnya, keberhasilan ini membuktikan bahwa bisnis kuliner Indonesia memiliki daya saing global. Sebelumnya, Sour Sally telah sukses membuka 30 outlet di Uni Emirat Arab dan Arab Saudi dengan nilai investasi mencapai 1 juta dolar AS.

“Kemenekraf bangga melihat keberhasilan Sour Sally dalam memperluas jaringan kuliner Indonesia ke pasar global melalui gastrodiplomasi yang sukses,” ujar Menekraf Riefky saat menghadiri sekaligus menjadi saksi penandatanganan kerja sama antara Sour Sally Group dengan mitra asal Filipina dalam acara Indonesia Go Global yang digelar di IDN HQ, Jakarta, Rabu (12/3/2025).

Ia menekankan, gastrodiplomasi—pemanfaatan kuliner sebagai alat diplomasi—merupakan strategi penting dalam mempererat hubungan antarnegara sekaligus mempromosikan kekayaan kuliner Indonesia di kancah internasional.

Baca juga : Kapan Lagi Buka Bareng BRI Festival 2025 Ajak Ribuan Pengunjung Nikmati Beragam Kuliner & Hiburan Menarik

Menekraf Riefky juga optimistis bahwa dengan strategi yang tepat serta dukungan pemerintah, para pelaku ekonomi kreatif Indonesia mampu bersaing dan mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen.

“Kami yakin pelaku ekonomi kreatif Indonesia mampu bersaing di kancah global dengan strategi yang tepat dan dukungan pemerintah,” tambahnya.

Keberhasilan ekspansi Sour Sally mendapat apresiasi dari Ketua HIPMI Culinary Indonesia (HCI), Cikhita Virginia Sebayang. Ia menilai bahwa pencapaian ini menunjukkan potensi besar produk kuliner Indonesia di pasar internasional, terutama jika didukung dengan strategi bisnis yang matang.

Baca juga : Dugaan Korupsi Iklan, KPK Geledah Kantor BJB di Bandung

“Kita harus meningkatkan ekspansi bisnis ke luar negeri dan memastikan industri F&B mendapat dukungan untuk bersaing di kancah internasional,” ujar Cikhita.

Senada dengan Cikhita, Founder Sour Sally, Donny Pramono, menegaskan bahwa dukungan dari Kementerian Ekonomi Kreatif sangat berperan dalam kesuksesan brand tersebut di tingkat global. Ia berharap pemerintah terus memberikan dukungan dalam hal pengetahuan dan sertifikasi agar kualitas produk kuliner Indonesia tetap terjaga.

“Dukungan penuh dari Pemerintah, khususnya Kementerian Ekonomi Kreatif, sangat berperan dalam kesuksesan Sour Sally di pasar global,” kata Donny.

Baca juga : Indonesia Emas 2045 di Depan Mata, Mendagri: Kuncinya Sinergi dan Inovasi!

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Utama BPJPH, Muhammad Aqil Irham menambahkan, pasar halal dunia, khususnya di Timur Tengah dan negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), masih terbuka lebar bagi produk asal Indonesia.

“Spending konsumen muslim dunia mencapai 3 triliun dolar AS, sementara Indonesia baru mendapat bagian 13,38 miliar dolar AS. Jadi, masih banyak peluang bagi produk halal Indonesia untuk diekspor ke negara-negara OKI,” ujar Aqil.

Acara ini turut dihadiri oleh Ketua Umum BPP HIPMI, Akbar Himawan Buchari; Managing Director PT. Merek Lokal Mendunia, William Lee; serta Pemimpin Redaksi IDN Times, Uni Zulfiani Lubis. Menekraf Riefky juga didampingi oleh Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain, Yuke Sri Rahayu.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.