Dark/Light Mode

Kemenperin Dorong Industri Hijau Berdaya Saing Lewat AIGIS 2025

Senin, 17 Maret 2025 14:02 WIB
Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin, Andi Rizaldi. (Foto: Aditya/Rakyat Merdeka)
Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin, Andi Rizaldi. (Foto: Aditya/Rakyat Merdeka)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong penerapan prinsip industri hijau dalam sektor manufaktur nasional. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing industri Indonesia di tingkat global sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan dan mencapai target dekarbonisasi.

“Guna mencapai pertumbuhan industri yang berkelanjutan, selain mengutamakan aspek ekonomi dan daya saing, perlu juga memperhatikan dampak terhadap lingkungan,” ujar Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin, Andi Rizaldi, dalam Sosialisasi Pre-Event The 2nd Annual Indonesia Green Industry Summit (AIGIS) 2025 di Jakarta, Senin (17/3/2025).

Transformasi industri hijau menjadi agenda prioritas nasional, sejalan dengan target Enhanced Nationally Determined Contribution (ENDC) yang ditetapkan Indonesia. Pada 2022, Indonesia meningkatkan target penurunan emisi gas rumah kaca menjadi 32 persen dengan upaya sendiri dan 43 persen dengan dukungan internasional.

“Transformasi menuju industri hijau bukan lagi pilihan, melainkan keharusan bagi masa depan bangsa dan bumi kita,” kata Andi.

Baca juga : Menko Polkam Dorong Sinergi Lintas Sektor untuk Kelancaran Perayaan Lebaran 1446 H

Menurutnya, sinergi antara pemerintah, industri, akademisi, dan masyarakat sangat diperlukan untuk membangun ekosistem industri hijau yang berkelanjutan.

Sebagai langkah konkret, Kemenperin telah menerbitkan Surat Edaran Menteri Perindustrian Nomor 2 Tahun 2025 tentang penyampaian data emisi industri melalui Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas). Kebijakan ini bertujuan untuk memantau kondisi emisi industri, menjaga kualitas udara, serta membantu industri dalam upaya dekarbonisasi.

Untuk memperkuat upaya transisi industri hijau, AIGIS 2025 akan menjadi wadah strategis bagi berbagai pemangku kepentingan guna berdialog, berkolaborasi, dan menciptakan aksi nyata dalam mendukung industri berkelanjutan.

Menurut Kepala Pusat Industri Hijau Kemenperin, Apit Pria Nugraha, AIGIS 2024 sebelumnya telah sukses menarik perhatian berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, akademisi, pelaku industri, dan media. “Untuk melanjutkan keberhasilan tersebut, AIGIS 2025 menandai langkah besar dalam transisi menuju industri yang lebih rendah emisi, sejalan dengan target Net Zero Emissions sektor industri pada 2050,” ujarnya.

Baca juga : Selamatkan Industri Dari Serbuan Barang Impor

AIGIS 2025 merupakan hasil kolaborasi antara Kemenperin melalui BSKJI, World Resources Institute (WRI) Indonesia, Institute for Essential Services Reform (IESR), serta GMS Consolidate sebagai penyelenggara acara. Puncak acara akan berlangsung pada 20-22 Agustus 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC).

Sebelum acara utama, rangkaian pre-event akan digelar mulai Maret hingga Agustus 2025, termasuk Penghargaan Industri Hijau, Green Journalism Competition, dan GreenRun. Menariknya, seluruh penyelenggaraan AIGIS 2025 dilakukan tanpa menggunakan APBN, menunjukkan semangat kolaborasi yang kuat antara sektor publik dan swasta.

Managing Director WRI Indonesia, Arief Wijaya menegaskan, transformasi industri hijau harus menjadi visi bersama yang diperjuangkan secara kolektif. “Kami berperan dalam memastikan bahwa AIGIS 2025 dapat menghasilkan solusi konkret dalam membangun ekosistem industri hijau,” ujarnya.

Senada, Program Manajer Dekarbonisasi Industri IESR, Juniko Nur Pratama menyebut dekarbonisasi sebagai perjalanan panjang yang memerlukan visi dan komitmen kuat. “Kolaborasi erat antara pemerintah, industri, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi kunci dalam perjalanan transisi ini,” katanya.

Baca juga : Kementerian ESDM Tegaskan Mutu BBM Pertamina Sesuai Spesifikasi

Dengan berbagai inisiatif strategis yang dijalankan, AIGIS 2025 diharapkan menjadi katalis bagi percepatan transformasi industri hijau di Indonesia, memperkuat daya saing sektor manufaktur, serta berkontribusi terhadap target global dalam pengurangan emisi karbon.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.