Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Temui Menko Ekonomi, Menekraf Bahas Pendanaan Ekonomi Kreatif
Rabu, 26 Maret 2025 11:32 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) terus berupaya memperluas akses pendanaan bagi pelaku ekonomi kreatif (ekraf).
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Menekraf/Kabekraf) Teuku Riefky Harsya berkoordinasi dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto untuk membahas mekanisme pendanaan yang lebih inklusif, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi sektor ekraf.
Menko Airlangga menegaskan, pemerintah masih meninjau jumlah KUR yang didistribusikan tanpa batasan. Namun, ia menekankan pentingnya peran Kemenekraf sebagai kurator agar KUR dapat disalurkan secara tepat sasaran.
“Salah satu tantangan yang dihadapi adalah penilaian terhadap Kekayaan Intelektual (KI) sebagai aset yang belum terlihat secara konkret dalam mekanisme pembiayaan,” ujar Menko Airlangga saat menerima Menteri Riefky di Gedung Ali Wardhana, Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian RI, Jakarta, Selasa (25/3/2025).
Menekraf Riefky menambahkan, saat ini hanya 10 dari 17 subsektor ekraf yang mendapatkan akses KUR. Oleh karena itu, Kemenekraf mendorong adanya skema khusus yang memungkinkan pelaku industri kreatif mendapatkan pinjaman berbasis aset KI.
Baca juga : Siap Tempur! Ini Skuad Indonesia Vs Bahrain Lengkap Link Live Streaming
“Dengan pendekatan ini, industri perfilman misalnya, bisa mengakses KUR hingga Rp 10 miliar,” jelas Riefky.
Selain itu, Kemenekraf juga mengusulkan kebijakan pembebasan cukai bagi industri perfilman dan event, termasuk alat produksi untuk acara musik dan festival. Skema ini diharapkan dapat menarik lebih banyak produksi film internasional ke Indonesia serta meningkatkan daya saing industri kreatif lokal.
Ekraf Berbasis Teknologi
Dalam sektor teknologi, Kemenko Perekonomian juga menyarankan adanya skema insentif bagi pengembang perangkat lunak (software development) yang berorientasi ekspor.
“Produk digital memiliki nilai ekonomi tinggi dan berkontribusi dalam penciptaan lapangan kerja berkualitas. Dengan dukungan skema insentif yang tepat, industri ini dapat berkembang lebih pesat,” ujar Menko Airlangga.
Baca juga : Tenis Miami Open 2025, The Joker Pecahkan Rekor
Saat ini, Kemenekraf mengadopsi pendekatan Hexahelix, yang melibatkan pemerintah, asosiasi industri, pelaku bisnis, lembaga keuangan, akademisi, serta komunitas kreatif. Pendekatan ini bertujuan untuk mengatasi hambatan regulasi, memperbaiki sistem pembiayaan, serta meningkatkan daya saing ekraf sebagai new engine of growth atau motor pertumbuhan ekonomi baru.
Target 27 Juta Lapangan Kerja
Kemenekraf menargetkan penciptaan 27 juta lapangan kerja dalam lima tahun ke depan, khususnya bagi generasi muda. Langkah ini sejalan dengan visi-misi pemerintahan Prabowo-Gibran, terutama Asta Citanomor 3, yang fokus pada peningkatan lapangan kerja berkualitas, penguatan kewirausahaan, dan pengembangan industri kreatif.
“Saat ini, distribusi KUR untuk ekraf hanya 2,4 persen. Kami berharap Kemenko Perekonomian dapat mendukung revisi kebijakan agar lebih banyak pelaku ekraf yang memperoleh manfaat dari program ini,”kata Riefky.
Selain itu, Kemenekraf meminta Kementerian Keuangan untuk menerapkan jasa penilai khusus bagi Kekayaan Intelektual (KI) bekerja sama dengan Kementerian Hukum dan HAM. Hal ini bertujuan agar KI dapat diakui sebagai aset berharga dalam skema pembiayaan.
Baca juga : Bertemu Wamendagri, Wamen PU Bahas Percepatan Pembangunan DOB Papua
Menko Airlangga juga menyampaikan bahwa pihaknya akan mengevaluasi proyek ekraf yang telah berjalan untuk memastikan efektivitas kebijakan pendanaan.
“Kami menyoroti perlunya harmonisasi regulasi terkait pembiayaan komersial dan KUR, agar pelaku usaha yang telah memperoleh pinjaman komersial tetap bisa mengakses KUR jika memenuhi syarat,” ujarnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya